— JAKARTA – Striker tim nasional Inggris, Harry Kane, menyatakan bahwa kekalahan yang dialami The Three Lions dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 merupakan yang paling menyakitkan dalam kariernya.

Inggris harus mengubur mimpinya melaju ke final setelah takluk 1-2 dari Argentina. Sempat unggul lebih dulu, Inggris justru kebobolan dua gol di menit-menit akhir pertandingan, yang membuat Kane merasa sulit menerima kekalahan tersebut.

Kegagalan di Piala Dunia 2026 ini kembali menambah daftar panjang penantian Inggris untuk meraih gelar juara dunia. Sejak terakhir kali mengangkat trofi pada tahun 1966, Inggris belum pernah lagi berhasil menembus partai final.

Bahkan, Kane memutuskan untuk tidak menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026. Ia memilih menghabiskan waktunya bermain golf di New York.

Meskipun Inggris akhirnya berhasil finis di peringkat ketiga, yang merupakan pencapaian terbaik mereka sejak 1966, Kane tetap menganggap kekalahan dari Argentina sebagai momen paling menyakitkan selama membela timnas.

“Saya sangat bersemangat kalau soal Inggris, khususnya karena saya sudah lama dalam perjalanan ini. Saya sudah pernah ke final, ke semifinal dan begitu dekat. Masing-masing menyakitkan dengan cara yang berbeda. Ini jelas menyakitkan. Lebih dari yang lainnya,” ujar Kane seperti dilansir Sky Sports.

Ia menambahkan, kekalahan kali ini terasa lebih berat dibandingkan saat penaltinya gagal di perempatfinal Piala Dunia 2022 melawan Prancis. “Saya mungkin akan bilang bahkan lebih menyakitkan daripada ketika penalti saya gagal di Qatar (perempatfinal melawan Prancis) jika melihat cara terjadinya. Rasanya kami bukan sebuah tim. Bukan tim yang kami inginkan dan yang kami katakan sebelumnya.”

Kane merasa kekalahan yang terjadi ketika tim tidak bermain sesuai keyakinan jauh lebih buruk. “Kadang ketika Anda mungkin melawan keyakinan Anda dan kalah, rasanya 10 kali lebih parah daripada hanya sekadar kalah dengan cara jika kami melakukannya dengan cara kami Anda bisa menerimanya, menerima kekalahan dan move on.”

Meski demikian, Kane menyadari bahwa ia dan timnya harus segera bangkit. “Ini berat dan masih akan berat. Anda harus move on,” katanya.