Jurnal Indonesia — Jakarta – Striker Bayern Munich, Harry Kane, mengungkapkan keyakinannya bahwa klubnya semakin dekat untuk meraih gelar juara Liga Champions. Target Si Kuping Besar ini menjadi salah satu prioritas utama bagi Kane sejak bergabung dengan raksasa Jerman tersebut.
Bayern Munich terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada musim 2019/2020. Sejak saat itu, pencapaian terbaik mereka di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa ini adalah mencapai babak semifinal.
Sejak didatangkan pada tahun 2023, Harry Kane telah dua kali membawa Bayern Munich menembus babak semifinal Liga Champions. Namun, langkah mereka belum berhasil berujung pada gelar juara.
Pada musim 2023/24, Bayern disingkirkan oleh Real Madrid di babak semifinal. Musim sebelumnya, tim yang kini dilatih oleh Vincent Kompany itu harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain, yang kemudian keluar sebagai juara.
Kane menilai persaingan di Liga Champions diprediksi akan kembali sengit. Dengan pengalaman yang telah terakumulasi, striker tim nasional Inggris ini merasa Bayern semakin dekat dengan ambisi meraih gelar juara.
“Ya, kami sangat dekat. Saya kira musim lalu selisihnya sangat tipis, disingkirkan tim yang juara Liga Champions beruntun. Tidak perlu malu. Kami menyambut musim ini dengan mengatakan bahwa ini harus jadi tahun kami. Kami harus mencari cara untuk menuntaskannya,” ujar Kane kepada TNT Sports.
Ia menambahkan, “Dari tahun ke tahun dan pelatih sudah di sini satu tahun lagi, saya kira Anda belajar lebih dan lebih dan mengeluarkan yang terbaik dari satu sama lain. Tapi ya, kami sudah dekat.”
Menurut Kane, keberhasilan di Liga Champions tidak hanya bergantung pada kualitas tim terbaik, tetapi juga faktor keberuntungan. “Di Liga Champions, bukan cuma soal jadi tim terbaik, kadang Anda butuh semua berjalan sesuai keinginan Anda di waktu yang tepat. Harus bebas cedera, butuh pemain-pemain terbaik di lapangan. Jadi banyak yang dibutuhkan dalam perjalanannya.”
Kane juga merefleksikan perjalanan timnya musim lalu. “Bahkan musim lalu, di tahun pertama Vinnie (Kompany), saya merasa kami punya peluang yang bagus, tapi tahun lalu saya merasa sangat baik. Dua pertandingan melawan PSG — khususnya pertandingan pertama — adalah pertandingan yang gila, dua tim terbaik bersaing ketat.”
“Dan saya kira tahun ini tidak akan jauh berbeda dan ini hanya soal apakah kami bisa menemukan perbedaan kecil itu untuk menembusnya dan mewujudkan Liga Champions karena itu target saya. Itu adalah target seluruh tim dan di klub ini itu selalu jadi standar yang selalu kami coba raih di setiap musimnya,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.