Ekonomi dan Bisnis

Hashim Djojohadikusumo: Banyak Tol Setelah Diresmikan Malah Kosong

Hashim Djojohadikusumo
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, menilai, pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah di Indonesia cuma bisa dinikmati segelintir orang saja.

Pembangunan jalan tol, misalnya, tidak bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat lantaran tarifnya yang terlalu mahal.

“Presiden kita sering melakukan peresmian jalan tol, tapi banyak jalan tol setelah diresmikan malah kosong. Di Pulau Jawa, banyak yang kosong,” kata Hashim saat memberikan kuliah umum dan diskusi kebangsaan di aula Nibaki, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nusantara Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/6/2018) sore.

“Rakyat tidak mampu membayar tarif tol yang begitu mahal. Coba ditanya kawan-kawan atau keluarga di Pulau Jawa. Sopir truk dan rakyat biasa, tidak mampu membayar jalan tol karena mahal,” imbuhnya.

Di Medan, Sumatera Utara, kata Hashim, ada jalan tol yang baru tiga bulan diresmikan. Namun saat ini kosong, sebab untuk jalan sejauh 30 kilometer saja warga harus bayar Rp 41.000, sehingga kalau pulang pergi itu harus bayar Rp 82.000.

Baca juga: Kritik Infrastruktur Jokowi, Gerindra: yang Banyak Pembangunannya atau Beritanya?

Hashim menyebut tarif tersebut sangat mahal. Jika digunakan secara rutin setiap hari, maka sebulan, masyarakat harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2,4 juta.

Loading...

Hashim mengaku pernah bertemu dan mendengar langsung keluhan dari seorang pedagang asal Medan mengenai mahalnya tarif jalan tol.

“Pertanyaannya jalan tol dan jembatan layang ini dibangun untuk siapa? Presiden lupa, kalau pembangunan infrastruktur ini harus untuk rakyat banyak, bukan untuk segelintir manusia saja,” imbuhnya.

Hashim pun mengakui, pembangunan ekonomi Indonesia tumbuh cepat, namun bukan untuk semua warga. Pemerintah saat ini, kata dia, cuma fokus pada infrastruktur. Tapi melupakan hal penting lainnya seperti pendidikan dan kesehatan.

“Infrastruktur itu penting, tapi yang lain juga penting, seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” pungkasnya.

Baca juga: Jokowi Sentil Mereka yang Anggap Pembangunan Infrastruktur Tidak Penting

Loading...

Tulis pendapat anda