Kesehatan

Hendropriyono: Masa Bodoh Soal Akademik, Kita Pengin Sembuh dan Terawan Sembuhkan Kita

Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) AM Hendropriyono.
Mantan Kepala BIN, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) AM Hendropriyono. (Foto: Antara)

Jurnalindonesia.co.id – “Buat kita adalah satu kata, masa bodoh, bukan urusan kita soal akademik, kita kepengen sembuh dan dia menyembuhkan kita.”

Pernyataan itu disampaikan mantan Kepala BIN Jenderal Purnwirawan Hendropriyono menanggapi polemik terapi ‘cuci otak’ yang dilakukan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, dokter Terawan.

Sebagaimana dikutip dari wawancara Liputan6 pada Minggu 8 April 2018, Hendropriyono menceritakan bagaimana dokter Terawan menyembuhkannya dari ancaman stroke.

“Sekarang saya bisa lari, angkat besi, saya masih joging sama cucu. Kalau enggak saya udah tepar,” kata Hendro.

Hendro mengaku sudah menjadi pasien dokter Terawan sejak 2014 lalu. Saat itu, kata dia, dirinya kerap menderita sakit kepala yang amat sangat.

“Tanpa ragu saya langsung ke Terawan. 45 menit langsung seger. Keluarga yang nonton di jendela tepuk tangan, dia terbuka, bisa dilihat,” tuturnya.

Sebelum dirinya berobat, Hendro pun mengaku sudah beberapa kali mengantar pejabat negara ke dokter spesialis Radiolog Intervensi tersebut untuk mengobati stroke.

Baca juga: Promotor Riset Doktoral dr Terawan Angkat Bicara Terkait ‘Cuci Otak’

Pengalaman pertamanya adalah ketika mantan Mensesneg Moerdiono tengah mengunjungi kediaman salah seorang mantan Wakil Presiden RI. Moerdiono saat itu menemukan mantan pejabat itu terjatuh di kamar mandi. Moerdiono kemudian langsung menelepon Hendropriyono.

Loading...

“Dro, saya ketemu mantan bos kita, saya bawa lari ke RSPAD. Saya di sana kenal seorang dokter, Terawan, tapi pengobatannya masih belum diakui,” kata Hendro.

Mendapati kabar tersebut, Hendro langsung meluncur menuju ke rumah sakit tersebut. Namun, sesampainya di rumah sakit itu, Hendro terkejut, mantan Wakil Presiden yang tidak ingin diungkap namanya itu sudah bisa tertawa lepas.

“Dalam waktu 45 menit, saya ketemu di sana sembuh, ketawa-ketawa,” kenang Hendro.

Selanjutnya, kata Hendro, beberapa pejabat negara dan tokoh silih berganti berobat kepada Terawan. Menurutnya, dalam sehari pasien dokter Terawan mencapai 20 orang.

Hendropriyono berpendapat, apa yang ditemukan Terawan bukan simsalabim dalam praktik kedokteran. Terawan dengan apa yang telah dilakukannya cukup membantu pengembangan dunia medis, yakni Digital Substraction Angiography (DSA) Modifikasi Terawan atau populer disebut metode ‘cuci otak’.

Oleh sebab itu, pada 2015 lalu Terawan mendapat anugerah penghargaan dari Hendropriyono Strategic Colsuting terkait temuannya tersebut. Dalam pemberian penghargaan itu turut didengarkan kesaksian pasien yang berhasil disembukan dokter yang kini menyandang pangkat mayor jenderal itu, seperti Wapres Try Sutrisno, Butet Kertarejasa, dan sejumlah testimoni pasien lainnya.

Baca: Ramai-ramai Bela Dokter Terawan: Dari Ical, SBY hingga Prabowo

Loading...

Tulis pendapat anda