Jurnal Indonesia — Inter Milan tidak hanya akan berhadapan dengan Real Madrid di Santiago Bernabeu, tetapi juga harus memutus rekor buruk selama enam dekade di markas raksasa Spanyol tersebut. Liga Champions 2026/2027 telah resmi bergulir pekan ini, dan salah satu pertandingan akbar di Matchday 1 Fase Grup adalah duel antara Madrid dan Inter di Bernabeu, yang dijadwalkan pada Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim kuat dari liga top Eropa dengan komposisi skuad yang bertabur bintang. Inter Milan datang ke ibukota Spanyol dengan status juara Serie A musim lalu. Sementara itu, Real Madrid tengah berupaya membangun kembali dinasti kejayaannya setelah dua musim tanpa gelar. Berdasarkan performa awal kedua tim di liga domestik, Inter yang telah meraih tiga kemenangan beruntun mungkin sedikit diunggulkan di atas kertas.
Namun, Real Madrid, yang baru saja menelan kekalahan dari Real Betis akhir pekan lalu, tidak bisa dianggap remeh. Meskipun masih dalam proses pencarian performa terbaik di bawah arahan pelatih Jose Mourinho, Los Blancos tetap merupakan penguasa Liga Champions. Terlebih lagi, Inter memiliki catatan yang kurang memuaskan setiap kali bertemu Madrid, dengan menelan kekalahan dalam lima pertemuan terakhir. Dalam periode tersebut, Inter hanya mampu mencetak dua gol dan kebobolan 11 gol.
Kemenangan terakhir Inter atas Madrid terjadi pada musim 1998/1999 dengan skor 3-1. Jika ditelusuri lebih jauh, Inter bahkan sudah 60 tahun tidak mampu meraih kemenangan di kandang Real Madrid. Terakhir kali Inter mencatatkan kemenangan di Bernabeu adalah pada leg kedua Perempatfinal Liga Champions musim 1966/1967, di mana mereka menang 2-0 dan lolos ke semifinal dengan keunggulan agregat 3-0.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui tantangan yang akan dihadapi timnya. “Tidak mudah bermain di Bernabeu. Inter sudah 60 tahun tidak menang di sini,” ujar Chivu seperti dikutip dari Football Italia. Ia menambahkan, “Banyak tim kesulitan menang di sini. Kami akan melakukan yang terbaik, namun tanpa mengubah gaya bermain kami. Kami ingin tampil dominan, kami ingin membuktikan bahwa kami lebih baik, dan tidak ada cara pasti untuk menghadapi Real Madrid.”
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.