Jurnal Indonesia — Presiden LaLiga, Javier Tebas, angkat bicara menanggapi maraknya klaim konspirasi yang menyebut wasit sengaja merugikan Real Madrid dalam laga derby melawan Atletico Madrid. Tebas dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Real Madrid merasa dirugikan oleh setidaknya dua keputusan wasit dalam kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid akhir pekan lalu. Klub ibu kota Spanyol tersebut menilai seharusnya pemain Atletico, Cristian Romero dan Lee Kang-in, mendapatkan kartu merah dalam pertandingan tersebut.
Kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit juga diungkapkan oleh Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Pria berusia 63 tahun itu bahkan membawa cetakan foto kedua insiden yang dipermasalahkan dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Isu ini kemudian berkembang hingga munculnya artikel yang mengklaim adanya konspirasi untuk menjegal Real Madrid di salah satu media Spanyol. Menanggapi hal tersebut, Javier Tebas memberikan respons keras melalui platform X.
“Mengklaim bahwa para wasit diarahkan untuk melawan Real Madrid itu seperti hidup di galaksi lain,” ungkap Tebas.
Menurutnya, narasi konspirasi tersebut justru menjadi dalih untuk menutupi kekurangan lain yang terlihat jelas dalam beberapa laga awal musim ini. Tebas menambahkan bahwa lebih mudah menyalahkan konspirasi daripada menjelaskan apa yang terjadi di lapangan.
“Dan posisi saya tak bergantung pada posisi apapun, sebuah kesalahan dari wasir tidak membuktikan adanya konspirasi, dan pengulangan selama bertahun-tahun pun tidak menjadikannya benar,” tegas Tebas.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.