Jurnal Indonesia — Jakarta — Jensen Huang, pendiri dan CEO Nvidia, termasuk salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan yang menurut Forbes mencapai sekitar USD 166 miliar atau lebih dari Rp 2.900 triliun.
Meski mampu membeli barang mewah apa pun, Huang mengaku tidak suka memakai jam tangan. Dalam sebuah acara teknologi, ia menegaskan bahwa “saat sekarang” adalah waktu paling penting bagi dirinya.
Huang menyatakan sikapnya terhadap ambisi dan perencanaan jauh ke depan. Ia menjelaskan bahwa ia bukan orang yang berambisi besar untuk meraih lebih banyak, melainkan berusaha melakukan yang terbaik pada apa yang sedang dikerjakan sekarang.
“Sangat sedikit orang tahu ini, tapi aku tak memakai jam tangan. Dan alasan mengapa aku tidak memakai jam tangan adalah saat sekarang adalah waktu yang paling penting,”
“Aku sama sekali tak ambisius, tak bercita-cita berbuat lebih banyak. Aku bercita-cita melakukan yang lebih baik pada yang kulakukan saat ini. Aku tak meraih lebih banyak, aku menunggu dunia datang padaku,”
Lebih jauh, Huang menyebut bahwa definisi rencana jangka panjang bagi perusahaannya bukanlah perencanaan jauh ke depan, melainkan apa yang dilakukan hari ini.
“Orang yang mengenalku juga tahu Nvidia tak punya strategi jangka panjang. Definisi kami tentang rencana jangka panjang adalah apa yang kami lakukan hari ini,”
Huang juga menceritakan percakapannya dengan seorang tukang kebun di Kyoto yang merawat sebuah kuil. Menurut tukang kebun itu, ia memiliki “banyak waktu” untuk menjalankan tugasnya sepenuh hati.
“Ini adalah nasihat karier terbaik yang dapat kuberikan yaitu sekarang saat ini, adalah waktu yang paling penting, dedikasikan diri kalian untuk saat ini. Aku jarang mengejar sesuatu. Aku fokus pada saat ini. Aku menikmati pekerjaanku,”
Pengalaman dan pandangan Huang menegaskan prioritasnya pada keterlibatan penuh terhadap pekerjaan saat ini dibandingkan penekanan pada perencanaan jauh ke depan.
Ikuti Jurnal Indonesia
