— Legenda Chelsea, John Terry, melontarkan kritik keras terhadap performa pertahanan klub berjuluk The Blues tersebut. Menurutnya, lini belakang Chelsea yang kerap mudah kebobolan dalam beberapa pertandingan terakhir adalah hal yang “sangat tidak bisa diterima”.

Kekalahan terbaru Chelsea dari Brentford di ajang Premier League akhir pekan lalu, dengan skor telak 3-0, semakin menyoroti masalah pertahanan tim. Kekalahan ini merupakan yang kedua bagi Chelsea di Liga Inggris musim 2026/2027, membuat mereka tertahan di peringkat kesepuluh klasemen sementara dengan raihan 7 poin.

Catatan statistik Chelsea menunjukkan kerentanan di lini belakang. Hingga kini, The Blues belum mampu mencatatkan satu pun clean sheet dari lima pertandingan yang telah dimainkan di Liga Inggris. Lebih mengkhawatirkan lagi, gawang Chelsea telah kebobolan 12 gol, jumlah yang lebih banyak dibandingkan total gol yang berhasil dicetak oleh tim (10 gol).

Rapuhnya lini pertahanan ini diakui oleh mantan kapten dan bek Chelsea, John Terry, sebagai akar dari performa jeblok tim. Terry menilai para pemain Chelsea saat ini kurang memiliki kesadaran dan tanggung jawab ketika bola berhasil melewati penjagaan mereka.

“Ini tidak cukup. Ketika Anda mulai melihat statistik dan angka-angka, itu benar-benar tidak dapat diterima dari sudut pandang kami, sesuatu yang harus kami perbaiki. Kami sedang mengalami masa-masa sulit,” ujar Terry, mengutip dari AS Diario.

Terry menambahkan pandangannya mengenai gaya penjagaan yang diterapkan. “Saya agak kuno. Saya suka man-to-man marking. Saya tidak suka zona marking atau penjagaan tinggi. Saya pikir Brentford keluar di babak kedua dan menyadari bahwa kami terekspos di tiang jauh,” jelasnya.

“Tidak ada yang tahu siapa yang mereka jaga begitu bola melewati pemain di tiang dekat. Saya tahu bahwa hampir setiap tim menggunakan penjagaan zona ini, tetapi para pemain tidak mengambil tanggung jawab apa pun. Bagi saya, mereka harus mengambilnya,” tegas Terry mengenai pentingnya tanggung jawab individu dalam pertahanan tim.