Ekonomi dan Bisnis

Jokowi Pertanyakan Data yang Disampaikan Prabowo Soal 99 Persen Warga Hidup Miskin

Jokowi dan Prabowo
Jokowi dan Prabowo tertawa bersama saat berbincang di sela acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). (Foto: Reuters/Darren Whiteside)

Jurnalindonesia.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertanyakan soal data yang menyebut 99 persen masyarakat Indonesia hidup pas-pasan. Calon presiden petahana itu mempertanyakan darimana data tersebut didapat.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri konsolidasi kader partai politik pendukungnya di Bandung, Sabtu (10/11/2018).

“Masa 99 persen masyarakat hidup miskin dan pas-pasan. 99 persen angka dari mana?” kata Jokowi.

Jokowi mengklaim, di era pemerintahannya, angka kemiskinan terus mengalami penurunan. Pada 2015, angka kemiskinan di Indonesia 11,1 persen. Angka itu turun pada 2016 menjadi 10,7 persen. Lalu pada 2017, angka kemiskinan itu turun lagi ke 9,8 persen.

“Sudah satu digit Sekarang ini. Kita berusaha terus tapi dengan angka-angka,” ujar Jokowi.

“Jangan kalau ngomong kan mudah. Kita ini kan ngomong tapi ada angkanya,” imbuhnya.

Baca juga: Prabowo: Saya Harusnya Istirahat, Tapi Rakyat Saya Masih Miskin

Tak hanya itu, Jokowi juga menyebut angka ketimpangan terus menurun. Gini ratio yang dulunya 0,41 persen kini turun menjadi 0,38 persen.

Jokowi pun mengingatkan bahwa ketimpangan yang tinggi di Indonesia sudah berjalan selama puluhan tahun.

“Begini-gini kan angkanya harus ditunjukkan,” ucapnya.

Jokowi juga memaparkan angka pembelian kendaraan bermotor di Indonesia. Menurut dia, setiap tahun ada 1,1 juta mobil yang dibeli oleh masyarakat. Sementara sepeda motor tiap tahun terjual 6,5 juta.

“Beli pake apa sepeda motor sama mobil? Ya pakai uang kan. Hal seperti ini harus dijelaskan. Kalau tidak dijelaskan nanti dipikir kita berada pada posisi semakin miskin, ekonomi semakin tidak baik. Penjelasan seperti ini yang diperlukan dalam rangka kita Pileg dan Pilpres 2019,” kata Calon Presiden nomor urut 01 itu.

Kendati demikian, Jokowi tak menyebut siapa pihak yang mengatakan 99 persen masyarakat Indonesia hidup pas-pasan. Namun, sebelumnya calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto pernah menyatakan hal serupa saat menghadiri Deklarasi Emak-emak Binangkit relawan Prabowo-Sandi di Pendopo Inna Heritage Hotel Denpasar, Bali, Jumat (19/10/2018).

Baca juga:

Saat berdialog dengan ratusan ibu-ibu pendukungnya, Prabowo membeberkan sejumlah persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Menurutnya, setelah 73 tahun Indonesia merdeka masih banyak rakyat yang hidup kelaparan serta sulit mendapatkan pekerjaan.

“Kita melihat sekarang adalah keadaan yang saya sebut keadaan paradoks, keadaan yang janggal setelah 73 tahun merdeka, yang kaya semakin sedikit dan segelintir orang saja dan ini bukan saya karang, ini adalah data fakta yang diakui oleh bank dunia oleh lembaga lembaga internasional,” kata Prabowo saat itu, seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (20/10/2018).

“Bahwa yang menikmati kekayaan di Indonesia adalah kurang dari 1 persen bangsa Indonesia dan yang 99 persen mengalami hidup pas-pasan bahkan bisa dikatakan sangat sulit,” lanjutnya.

Baca juga: Prabowo Sebut Kemiskinan Naik 50%, Kepala BPS: Kalau Ngomong Harus Pakai Data

Loading...

Tulis pendapat anda