Daerah, DKI Jakarta, Kesehatan

Jokowi Tegur Anies Terkait Mahalnya Biaya Pengobatan di Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, 26 Februari 2018. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Jurnalindonesia.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terkait tingginya biaya pengobatan di rumah sakit di Jakarta.

“Jakarta mahal-mahal kalau sakit, Pak Gub. Memang Jakarta mahal,” kata Jokowi dalam acara silaturahmi dengan peserta penerima manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Anis hadir di acara itu untuk menerima penghargaan kepada kepala daerah yang berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) di wilayah kerjanya. Tercatat 4 provinsi, 28 kota, dan 92 kabupaten yang berhasil mencapai UHC tahun ini.

Baca juga: Sri Mulyani Singgung Anggaran Pendidikan DKI yang Jauh di Bawah Ketentuan

Teguran itu disampaikan Jokowi saat sedang menyebutkan total biaya pengobatan setiap daerah yang dibiayai pemerintah. Menurut Jokowi, program kesehatan dari pemerintah selama ini sudah cukup membantu biaya pelayanan kesehatan para peserta.

Dia menyebutkan salah satu contohnya adalah peserta dari Tanjung Pinang yang biaya kesehatannya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sebesar Rp 624 juta. Ada juga peserta di Jakarta Pusat yang dibiayai Rp 435 juta.

Bahkan, Jokowi menuturkan bahwa ada pasien di Karanganyar yang dibiayai hingga Rp 1 miliar untuk pengobatan penyakit hemofilia.

“Ini tugas pemerintah yang harus dikerjakan untuk menyelesaikan masalah-masalah berkaitan dengan kesehatan. Tapi kita berharap rakyat kita semua sehat,” ucapnya.

Jokowi menegaskan kepada jajaran pemerintahan untuk tidak menghambat dan mempersulit rakyat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Jangan sampai saya cek ke rumah sakit ada yang ngeluh ke saya karena dipersulit. Pasti akan saya kejar, saya cari,” katanya.

Baca juga: Kartu Pekerja DKI Tak Laku, Ini Kata Sandiaga

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga berdialog dengan masyarakat yang sudah merasakan manfaat Kartu Indonesia Sehat. Nurliya, 38 tahun, didiagnosa penyakit tumor ganas sejak 2016. Ia telah menjalani serangkaian kemoterapi dan operasi.

Sempat ingin bunuh diri, Nurliya kembali optimistis dirinya bisa sembuh karena menggunakan KIS, sehingga tak perlu memikirkan biaya pengobatannya yang mahal.

Alhamdulillah ada perubahan. Bahkan kemarin-kemarin badanku yang kurus jadi gemuk sekarang. Terima kasih untuk JKN. Terima kasih Bapak Presiden yang terhormat,” kata Nurliya saat bertemu Jokowi.

TEMPO

Berita lainnya