Kriminal

Jonru: Tulisan Saya Bisa Dianggap Kebencian Tergantung Persepsi

jonru
Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian Jon Riah Ukur (Jonru Ginting) mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (22/1/2018). (Foto: Antara Foto/Dhemas Reviyanto)

Jurnalindonesia.co.id – Terdakwa ujaran kebencian di media sosial Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting optimis kesaksian yang diberikan ahli bahasa yang dihadirkan jaksa akan meringankannya.

Jaksa Penuntut Umum menghadirkan ahli bahasa Indonesia dari Universitas Negeri Jakarta, Krisanjaya, dalam sidang lanjutan kasus dugaan ujaran kebencian dengan tersangka Jonru di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin 12 Februari 2018.

Dalam persidangan tersebut, Krisanjaya justru terang-terangan menyatakan bahwa pernyataan Jonru di media sosial berpotensi memancing permusuhan.

“Saat saksi mengatakan postingan saya mengandung kebencian, itu dalam konteks definisi bahasa, bukan konteks pidana. Jadi akan meringankan saya,” kata Jonru ditemui usai persidangan.

Menurut Jonru, ahli bahasa itu mengatakan tulisan Jonru bisa diartikan dengan persepsi yang berbeda-beda oleh setiap orang.

“(Tulisan saya) bisa dianggap kebencian tergantung persepsi, dan persepsi itu berbeda-beda,” ucap Jonru.

Dalam kesaksiannya, Krisanjaya menegaskan, ujaran Jonru di media sosial berpotensi menimbulkan permusuhan dan memiliki unsur penghinaan.

Menurut ahli bahasa yang pernah diminta menjadi saksi ahli sebanyak 14 kali itu, postingan Jonru yang membahas soal mafia Cina dan ajakan agar tidak salat Ied di masjid Istiqlal karena imamnya adalah Quraish Shihab, mengandung unsur permusuhan dan bisa mengakibatkan perselisihan di masyarakat.

Selain itu, kata Krisanjaya, postingan Jonru mengandung ambiguitas. Sehingga pembaca postingan itu bisa salah menafsirkan maksud sebenarnya dari yang ingin disampaikan Jonru.

Mestinya, lanjut Kris, jika tidak ingin menimbulkan perselisihan, postingan Jonru harus detail dan jelas.

Diketahui, Jonru ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian dan langsung ditahan oleh penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya pada Jumat, 29 September 2017.

Jonru dilaporkan oleh Muannas Alaidid atas tuduhan ujaran kebencian karena menulis status di Facebook yang dinilai mengandung pelanggaran unsur suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Muannas juga menemukan unggahan Jonru yang mengandung sentimen terhadap individu. Jonru Ginting, kata dia, pernah mengajak umat Islam agar tidak salat di Masjid Istiqlal karena imamnya adalah Quraish Shihab.

Loading...

Tulis pendapat anda