Jurnal Indonesia — Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, kembali menunjukkan sikap nyentriknya setelah timnya mengalami kekalahan dari Atletico Madrid di Liga Spanyol. Kali ini, ia memperlihatkan foto dua insiden pelanggaran yang dilakukan pemain lawan namun tidak mendapat sanksi dari wasit.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Metropolitano pada Minggu (20/9/2026) berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Atletico Madrid. Gol Atletico dicetak oleh Alejandro Grimaldo melalui tendangan penalti pada menit ke-53 dan Jonathan David pada menit ke-59. Real Madrid hanya mampu membalas satu gol melalui sundulan Antonio Rudiger di menit ke-89.
Laga tersebut diwarnai dengan kartu merah yang diterima oleh Dean Huijsen. Ia dianggap melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone saat pemain Atletico tersebut berhadapan langsung dengan kiper Thibaut Courtois, yang berujung pada penalti dan gol pembuka bagi Atletico. Namun, Mourinho merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit Ortiz Arias yang dinilainya mengabaikan dua pelanggaran serius dari pemain Atletico, Cristian Romero dan Lee Kang-in.
Menurut Mourinho, kedua pemain Atletico tersebut melakukan aksi yang seharusnya diganjar kartu merah. Dalam dua kesempatan berbeda di babak pertama, Romero terlihat menginjak area lutut Jude Bellingham, sementara Lee menginjak engkel Federico Valverde.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Mourinho membawa bukti berupa foto berwarna ukuran A4 yang menampilkan kedua aksi pelanggaran tersebut. Ia memamerkannya kepada media yang hadir. “Kita bisa saja melewatkan konferensi pers ini karena inti dari laga ini sudah jelas – itu adalah dua pelanggaran yang layak diganjar kartu merah,” ujar Mourinho, seperti dikutip dari The Athletic.
Mourinho melanjutkan, “Jika kami saja sudah kesulitan saat bermain 11 lawan 10, kita bisa membayangkan bagaimana jadinya jika harus bermain 11 lawan sembilan selama 50 menit. Oleh karena itu, saya hanya ingin merangkul para pemain saya; mereka telah mengerahkan segalanya dan tampil penuh percaya diri serta berkelas di babak pertama.”
Ia menambahkan, “Setelah ini, pihak yang seharusnya merasa senang – tentu saja selain pendukung Atletico yang mendapatkan poin – adalah komite penunjukan wasit,” katanya dengan nada menyindir para ofisial pertandingan.
Aksi Mourinho ini menimbulkan keheranan sekaligus kekaguman, terutama muncul pertanyaan mengenai bagaimana ia bisa mendapatkan printer untuk mencetak foto-foto tersebut. Namun, hal ini menjadi salah satu keunikan tersendiri dari sosoknya sebagai pelatih.
Contoh lain dari keunikannya terjadi saat ia melatih Fenerbahce pada September 2024. Ketika timnya melawan Antalyaspor di Liga Turki, gol yang dicetak timnya dianulir karena dianggap offside. Mourinho kemudian memajang laptop yang menampilkan gambar proses terjadinya gol tersebut di depan kamera televisi, yang menurutnya menunjukkan posisi onside.
Atas aksinya tersebut, Mourinho sempat mendapat kartu kuning. Belum diketahui apakah tindakannya kali ini setelah derby Madrid akan berujung pada hukuman baginya. The Athletic telah mencoba menghubungi Komite Wasit Nasional Spanyol untuk mendapatkan tanggapan, namun belum ada balasan.
Kekalahan ini membuat Real Madrid turun ke peringkat keempat klasemen sementara LaLiga dengan total 15 poin. Mereka kini tertinggal enam poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen. Laga selanjutnya bagi Real Madrid adalah menjamu Villarreal pada 11 Oktober mendatang.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.