Infotainment, Kriminal

JPU: Ahmad Dhani Gaji Admin Medsos untuk Posting Ujaran Kebencian

Ahmad Dhani
Ahmad Dhani saat tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani sidang kasus dugaan ujaran kebencian, Senin (16/4/2018). (Foto: Kompas/Garry Andrew Lotulung)

Jurnalindonesia.co.id – Musisi Ahmad Dhani diduga menggaji seorang admin bernama Suryo Pratomo Bimo sebesar Rp 2 juta per bulan untuk menyalin persis pernyataan Dhani ke media sosial.

Hal tersebut disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Dedyng Wibianto Atabay dalam dakwaannya pada sidang kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Ampera Raya, Senin (16/4/2018).

“Dia digaji Rp 2 juta per bulan oleh terdakwa. Suryo Pratomo Bimo menyalin persis yang ditulis oleh Dhani, yang dikirim melalui pesan WhatsApp,” kata jaksa.

“Saksi Suryo Pratomo Bimo melakukan perbuatan secara sengaja menyebarkan informasi menimbulkan rasa kebencian atau SARA,” ucapnya.

Sementara Dhani yang duduk di bangku terdakwa terlihat santai menyimak pembacaan dakwaan JPU tersebut.

“Sudah dengar. Mengerti,” jawab Dhani saat ketua majelis hakim Ratmoho menanyakan kepada Dhani atas pembacaan dakwaan.

Selanjutnya, majelis hakim memberikan kesempatan kepada Dhani dan pengacara untuk mengajukan eksepsi. Dhani dan tim kuasa hukum menyatakan akan mengajukan eksepsi pada pekan depan.

Beberapa waktu lalu, Ahmad Dhani sempat mengakui bahwa dirinya memiliki admin untuk mengelola media sosial. Menurutnya, dua cuitan di antaranya disebut bukan berasal dari ide Dhani, melainkan dari admin.

“Jadi begini, saya tidak menggunakan handphone saya untuk nge-twit. Jadi saya WA ke admin, lalu admin nge-twit. Saya memang pakai admin semuanya. Jadi di BAP disebutkan bahwa semuanya pakai admin. IG Stories, Instagram, Facebook, termasuk artis-artis RCM itu semuanya pakai admin,” kata Dhani usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Selasa (10/10/2017) lampau.

“Itu ide (dua cuitan) admin. Kita punya tim kan ada tiga orang, termasuk saya,” sambungnya.

Hanya satu cuitan, menurut Dhani, yang diperintahkan olehnya. Namun cuitan itu pun tak langsung diunggah oleh dirinya, melainkan oleh admin yang mengelola akun tersebut.

“Itu memang (satu cuitan) saya yang memerintahkan langsung,” tuturnya.

Dhani pun mengaku tak berkeberatan dengan dua cuitan yang disampaikan oleh admin tanpa sepengetahuan dirinya. Sebab, bagi Dhani, apa yang disampaikan oleh admin Twitter itu tak melanggar norma-norma hukum.

“Nggak. Menurut saya, apa yang di-twit-kan nggak ada yang melanggar norma-norma hukum. Cuma memang bukan saya yang nge-twit. Menurut saya pribadi nggak melanggar hukum, makanya saya juga nggak memarahi atau menegur admin saya. Atau bahkan melarang. Karena menurut saya tidak melanggar hukum,” jelasnya.

Sementara itu, Dhani telah menggunakan jasa admin untuk seluruh akun media sosialnya sejak 2014. Admin tersebut mendapatkan gaji layaknya pekerjaan lain.

“Sejak 2014, sejak pilpres. Ya, digajilah,” tuturnya.

Diketahui, Ahmad Dhani diduga melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Pentolan band Dewa 19 itu diancam hukuman enam tahun penjara.

Kasus berawal ketika suami Mulan Jameela itu berkicau melalui akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST. Kicauan Dhani tersebut dianggap bermuatan kebencian dan menghasut.

Akhirnya Dhani dilaporkan oleh pendiri BTP Networks, Jack Lapian, atas tuduhan menyebarkan ujaran kebencian.

Dhani dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST selama rentang waktu Februari hingga Maret 2017.

Majelis hakim Ratmoho, Sudjarwanto, dan Totok Sapto Indrato ditunjuk untuk menangani kasus ujaran kebencian yang menjerat Dhani ini.

Peyidik kepolisian sendiri telah menyerahkan lima alat bukti kepada kejaksaan. Yaitu screenshoot akun Twitter atas nama Ahmad Dhani Prasetyo; satu unit HP; satu buah email beserta password; satu buah akun Twitter dengan nama ADP; dan sebuah simcard.

Loading...

Berita lainnya