— Berlin – Juergen Klopp, pelatih baru Timnas Jerman, mengungkapkan alasan strategis di balik keputusannya membagi skuad yang dipanggilnya menjadi dua tim terpisah untuk menghadapi jeda internasional akhir bulan ini. Ia secara tegas membantah anggapan bahwa pembagian ini mencerminkan hierarki tim utama dan tim cadangan.

Timnas Jerman, yang dijuluki Die Mannschaft, dijadwalkan menghadapi empat pertandingan dalam ajang UEFA Nations League. Jadwal padat ini dimulai dengan laga tandang ke Belanda pada 25 September, diikuti pertandingan kandang melawan Yunani pada 28 September. Selanjutnya, Jerman akan menjamu Serbia pada 2 Oktober, sebelum menutup rangkaian pertandingan dengan bertandang ke markas Yunani pada 5 Oktober.

Pertandingan melawan Belanda akan menjadi debut resmi Juergen Klopp sebagai pelatih kepala Timnas Jerman. Pria yang sebelumnya sukses bersama Liverpool ini menggantikan Julian Nagelsmann yang posisinya berakhir setelah Jerman tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Dalam persiapan awalnya, Klopp memanggil 44 pemain untuk skuad pertama di era kepelatihannya. Ke-44 pemain ini kemudian dibagi menjadi dua kelompok tim yang akan menjalani pertandingan berbeda. Sebanyak 24 pemain tergabung dalam skuad untuk dua laga awal melawan Belanda dan Yunani di kandang. Sementara itu, 21 pemain lainnya disiapkan untuk menghadapi Serbia dan lawatan ke markas Yunani.

Pembagian ini terbilang tidak lazim, mengingat pelatih tim nasional biasanya hanya memanggil antara 23 hingga 30 pemain untuk satu jeda internasional. Klopp menjelaskan bahwa keputusan memanggil banyak pemain dan membaginya menjadi dua tim didasari oleh jadwal yang sangat padat pada jeda internasional kali ini. Ia menekankan bahwa tidak ada pembedaan antara tim utama atau tim cadangan dalam pembagian ini, melainkan berdasarkan posisi dan karakter pemain.

“Hal ini terutama karena kami harus memainkan empat pertandingan dalam dua minggu, sesuatu yang sangat tidak biasa bagi tim nasional,” jelas Klopp, mengutip dari Bulinews. Ia menambahkan, “Kami tidak membentuk tim A atau tim B. Kami ingin – dan menurut saya itu hal yang wajar dalam sepak bola – memenangkan keempat pertandingan tersebut.”

Lebih lanjut, Klopp memaparkan bahwa komposisi tim disusun sedemikian rupa agar posisi dan karakter para pemain dapat saling melengkapi. Selain itu, keseimbangan antara pemain berpengalaman dan pemain muda juga menjadi pertimbangan penting dalam pembagian ini.