Jurnal Indonesia — FRANKFURT – Juergen Klopp resmi mengemban tugas sebagai pelatih baru Timnas Jerman. Pria berusia 59 tahun itu memiliki ambisi besar untuk memperkenalkan gaya permainan khasnya, gegenpressing, serta mengoptimalkan serangan balik cepat (counter-attack) demi mengembalikan reputasi Die Mannschaft di kancah internasional.
Penunjukan Klopp sebagai nakhoda baru timnas Jerman diumumkan pada Jumat (24/7/2026). Ia dikontrak selama empat tahun dengan misi utama mengembalikan Jerman ke jalur kesuksesan setelah rentetan hasil minor di tiga Piala Dunia terakhir. Sejak 2018, Jerman seolah kehilangan statusnya sebagai ‘spesialis turnamen’.
Klopp telah merancang gagasan permainan yang jelas untuk Timnas Jerman. Ia bertekad menyuguhkan permainan atraktif yang pernah ia terapkan saat menukangi Borussia Dortmund dan Liverpool. Taktik gegenpressing, yaitu menekan lawan saat bola direbut kembali, menjadi fokus utamanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Klopp akan memetakan pemain-pemain yang dinilai paling cocok dengan filosofi sepakbolanya. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk mengorbitkan talenta-talenta muda yang memiliki potensi sesuai dengan gayanya.
“Counter-attack akan menjadi isu kunci, formasi yang stabil, filosofi sepakbola yang jelas. Dengan semua ketidakpastian, kami tidak akan bermain man-marking. Namun tim terbaik di Jerman bermain man-marking,” ujar Klopp, mengutip dari Bild.
Ia menambahkan, “Tim-tim yang memenangkan turnamen bermain dengan empat pemain di belakang. Kami juga akan melakukan itu. Kami juga akan bermain dengan sayap. Para playmaker generasi sekarang berada di sayap.”
Klopp mengungkapkan harapannya untuk dapat bekerja sama dengan pemain yang memiliki semangat bermain sepakbola yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. “Saya ingin sekali bekerja dengan pemain yang mau bermain sepakbola yang dapat dinikmati semua orang. Kesuksesan tidak selalu datang dengan cepat – kita tahu itu. Saya ingin orang-orang pulang dengan berpikir ‘Wow, itu keren!’,” tuturnya.
Filosofi gegenpressing yang diusung Klopp tidak hanya menarik untuk ditonton, tetapi juga terbukti mampu menghasilkan prestasi. Pengalamannya bersama Liverpool dalam periode 2015-2024 menjadi bukti nyata keberhasilan penerapan permainan counter-attack yang menghibur para penggemar.
Ikuti Jurnal Indonesia
