Jurnal Indonesia — Pelatih Timnas Jerman, Jurgen Klopp, menuai pujian atas keberaniannya membagi skuad menjadi dua tim berbeda untuk menghadapi empat pertandingan UEFA Nations League. Langkah ini dinilai sebagai eksperimen brilian untuk menemukan komposisi terbaik menuju Piala Eropa 2028.
Klopp memanggil total 44 pemain yang dibagi ke dalam dua kelompok. Tim pertama akan bertanding melawan Belanda dan Yunani pada 24 dan 27 September, sementara tim kedua dijadwalkan menghadapi Serbia dan Yunani pada 1 dan 4 Oktober. Persiapan dengan kelompok pertama telah dimulai sejak Senin (21/9), dengan harapan dapat mengembalikan Jerman meraih gelar mayor pertama sejak Piala Dunia 2014.
Keputusan tak lazim ini mendapat sambutan positif dari legenda Jerman, Lothar Matthaus. Ia menilai ide memanggil 44 pemain dan membaginya menjadi dua skuad adalah langkah yang tepat. “Menurut saya, idenya untuk memanggil 44 pemain itu sungguh luar biasa. Bukan hanya soal daftar pemain yang dipanggil, tapi juga gagasan mengenai pembagian dua skuad tersebut,” ujar Matthaus, mengutip Reuters.
Matthaus menambahkan, dengan adanya empat laga dalam rentang waktu 9-10 hari, ditambah padatnya jadwal liga domestik dan kompetisi Eropa, pembagian dua skuad menjadi sangat masuk akal. “Itu sungguh ide yang brilian,” tegasnya, merujuk pada statusnya sebagai pemenang Piala Dunia 1990.
Senada dengan Matthaus, Wakil Presiden Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB), Hans-Joachim Watzke, juga menyatakan dukungannya. “Anda harus memiliki gagasan lebih dulu untuk melakukan hal itu. Saya menyukainya,” katanya.
Watzke, yang pernah menjadi bos Klopp di Borussia Dortmund, meyakini Klopp telah memikirkan strategi ini sejak lama. “Saya memiliki firasat yang amat baik mengenai penunjukan Jurgen, Anda tidak seharusnya memikirkan Euro 2028 sejak bulan September. Masih ada waktu untuk bereksperimen, dan jika bukan sekarang, kapan lagi?” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.