Jurnal Indonesia — JAKARTA – Kiprah Alejandro Garnacho di dunia sepak bola profesional tampaknya tengah menghadapi masa sulit. Peminjamannya ke Aston Villa dari Chelsea, yang seharusnya menjadi batu loncatan, justru membuatnya lebih sering menghuni bangku cadangan. Situasi ini kembali mengingatkan pada ucapan pedas Ruben Amorim, mantan manajer Manchester United, yang pernah meramalkan masa depan Garnacho.
Garnacho saat ini dipinjamkan ke Aston Villa dengan opsi permanen di akhir musim. Namun, ia tidak masuk dalam skema permainan manajer Chelsea, Xabi Alonso, yang menjadi alasan peminjamannya. Musim lalu bersama Chelsea, kontribusi Garnacho terbilang minim, hanya mencetak satu gol dan empat assist dari 24 penampilan di Liga Inggris.
Hubungan Garnacho dengan Ruben Amorim dikabarkan retak saat keduanya masih berada di Manchester United dua musim lalu. Garnacho sempat ditepikan dan masuk dalam kategori ‘bomb squad’, alias pemain yang dianggap bermasalah.
Amorim kala itu memberikan komentarnya mengenai situasi Garnacho. Ia mengakui bahwa Garnacho ingin hengkang karena merasa tidak betah. “Garnacho adalah pemain muda yang sangat berbakat, namun terkadang segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan. Sulit untuk menjelaskan secara spesifik apa penyebabnya,” ujar Amorim, dilansir dari Mirror.
“Ada pemain yang secara jelas menunjukkan bahwa mereka tidak ingin berada di sini, dan itu hal yang wajar. Situasinya sederhana, mereka menginginkan tantangan baru. Saat ini, saya hanya bekerja dengan para pemain yang menurut saya akan bertahan, sementara pemain lainnya sedang berupaya mencari solusi bagi kelanjutan karier mereka,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Amorim dilaporkan kesal lantaran Garnacho dinilai tidak berlatih dengan baik dan enggan mengikuti arahan. Seorang sumber internal klub MU mengulang perkataan brutal Amorim kepada Garnacho, “Kamu lebih baik berdoa supaya ada klub yang mau merekrutmu.”
Statistik Garnacho di Chelsea musim lalu menunjukkan performa yang kurang menggigit di lini serang. Dari total 789 operan yang dilepaskan, hanya 60 yang diarahkan ke depan dan hanya 16 operan yang sampai di sepertiga akhir lapangan. Kemampuan duel Garnacho pun tidak memuaskan, hanya memenangkan 114 dari 226 duel satu lawan satu, kalah dalam 112 duel lainnya.
Di Aston Villa, nasib Garnacho belum juga membaik. Ia kini kembali berjuang dari bangku cadangan. Dari tiga penampilannya di Liga Inggris sejauh ini, seluruhnya ia jalani sebagai pemain pengganti.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.