Jurnal Indonesia — Schalke 04 – Loris Karius menunjukkan performa gemilang dalam dua pertandingan Bundesliga berturut-turut, mengukuhkan posisinya sebagai kiper utama tim. Penampilan apiknya ini memunculkan spekulasi mengenai momen kebangkitan kariernya di dunia sepak bola.
Karius terpilih sebagai pemain terbaik (man of the match) saat Schalke 04 berhasil menahan imbang Bayern Munich dengan skor 0-0 pada 5 September. Tiga hari berselang, pada 12 September, ia kembali meraih penghargaan serupa saat timnya meraih kemenangan 3-1 atas Union Berlin.
Terutama dalam pertandingan melawan Bayern Munich, Karius tampil luar biasa. Ia berhasil menggagalkan enam tembakan yang mengarah tepat ke gawangnya, menunjukkan ketangguhan di bawah mistar gawang.
Performa Karius saat ini tampaknya menjadi titik balik setelah periode yang sulit dalam kariernya. Sebelum bergabung dengan Schalke 04 pada musim dingin 2025, kiper berusia 33 tahun ini hanya mencatatkan tujuh penampilan dalam empat musim, terbagi di tiga klub berbeda.
Masa kelam dalam kariernya terjadi pada final Liga Champions 2018 ketika ia membela Liverpool menghadapi Real Madrid. Dua kesalahan fatal yang dilakukannya berujung pada gol lawan; lemparan bolanya yang diblok Karim Benzema menjadi gol pembuka, sementara tendangan Gareth Bale tidak mampu ditepis dengan sempurna.
Karius sendiri mengakui menerima ancaman dan teror pasca pertandingan tersebut, yang kemudian mendorong Liverpool untuk meminjamkannya ke beberapa klub.
Kontrak Karius bersama Liverpool berakhir pada tahun 2022. Sempat bergabung dengan Newcastle United, ia tidak pernah mendapatkan kepercayaan sebagai kiper nomor satu.
Selanjutnya, Karius memutuskan untuk bergabung dengan Schalke 04 dan turut berperan dalam membantu tim promosi ke Bundesliga. Musim ini, ia terus dipercaya sebagai penjaga gawang utama tim.
Pertanyaan besar kini menggantung: akankah musim ini menjadi pembuktian sejati bagi Loris Karius untuk menunjukkan kualitas terbaiknya?
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.