Jurnal Indonesia — Semangat kerja di internal perusahaan teknologi besar menurun tajam setelah rangkaian pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam beberapa tahun terakhir. Karyawan yang dipertahankan lalu dipindahkan ke divisi AI melaporkan suasana kerja yang menekan dan menyebut kondisi itu “seperti gulag”.
Ketegangan memuncak saat sebuah sesi presentasi internal yang disiarkan langsung dibajak dan berubah menjadi ledakan kemarahan. Seorang peserta menyerukan penghinaan terhadap seorang eksekutif senior, sementara salah satu presenter dilaporkan sampai menutup wajahnya dengan tangan.
Proses Pemindahan Dinilai Mendadak
Banyak karyawan mengaku menerima pemberitahuan pemindahan hanya melalui email dan menganggap prosesnya berlangsung acak. Mereka dialihkan ke unit bernama Applied AI, yang mencakup sekitar 6.500 insinyur dan manajer, untuk mendukung program riset AI perusahaan.
Dalam pengumuman internal disebutkan alasan pemindahan adalah karena model AI dinilai belum memiliki kemampuan melebihi manusia pada tugas teknis tertentu seperti pemrograman. Tugas baru yang diberikan kepada karyawan adalah menyusun teka-teki dan soal pemrograman untuk melatih model-model tersebut.
Paksaan Pilihan: Bergabung Atau Keluar
Beberapa karyawan mengatakan mereka dihadapkan pada dua pilihan: bergabung ke Applied AI atau keluar dari perusahaan. Sejumlah staf menggambarkan pekerjaan baru itu sebagai bentuk “wajib militer” dan menyatakan pekerjaan tersebut menguras tenaga serta moral.
“Ini benar-benar seperti gulag,” kata salah satu karyawan.
“Kebanyakan orang menganggap pekerjaan ini sangat melelahkan jiwa,” ujar karyawan lain.
Protes dan Kekhawatiran Lingkungan Kerja
Selain kegundahan di unit Applied AI, lebih dari 1.600 karyawan menandatangani petisi yang memprotes program pengawasan untuk mengumpulkan data pelatihan AI, yang mencatat klik dan penekanan tombol.
Kondisi yang tegang membuat Chief Product Officer merasa perlu membahas lingkungan kerja yang digambarkan sebagai “brutal” dalam sebuah pertemuan dengan karyawan pekan ini.
Ikuti Jurnal Indonesia
