Kriminal

Kasasi Ditolak, Kejaksaan Langsung Jebloskan Alfian Tanjung ke Lapas Sidoarjo

Alfian Tanjung, saat dieksekusi ke LP Porong
Terdakwa kasus ujaran kebencian terhadap Jokowi-Ahok, Alfian Tanjung, saat dieksekusi ke LP Porong. (Foto: Dok Kejagung)

Jurnalindonesia.co.id – Setelah kasasi yang diajukan Alfian Tanjung ditolak Mahkamah Agung (MA), Kejaksaan langsung melakukan eksekusi dengan membawa mantan dosen Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka (Uhamka) dari rumah tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, ke Lapas Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Jan Maringka menjelaskan, eksekusi Alfian Tanjung dari Mako Brimob ke Lapas Porong ini merupakan petunjuk dari MA.

“Senin 11 Juni 2018, Jaksa PU Kejari Tanjung Perak akan melaksanakan putusan/eksekusi atas Putusan Mahkamah Agung Nomor 1167/Pid.sus/2018 tanggal 7 Juni 2018 atas nama Terdakwa Alfian Tanjung, M.Pd, yang amar putusan menolak kasasi Terdakwa,” kata Jan Maringka kepada wartawan, Senin (11/6/2018).

Baca: MA Tolak Kasasi Alfian Tanjung di Kasus Pencemaran Nama Baik Jokowi

Alfian diberangkatkan dengan menggunakan pesawat komersial dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Juanda, Sidoarjo.

“Jaksa PU yang akan mengeksekusinya dengan dikawal lima anggota Brimob menuju Bandara Halim Perdana, pukul 05.15 WIB, dengan pesawat Lion menuju Surabaya. Diperkirakan sekitar pukul 06.30 Wib landing di Bandara Juanda. Selanjutnya terpidana dibawa jaksa eksekutor dan lima pengawal Brimob. Selanjutnya oleh tim JPU terpidana dibawa ke Lapas Porong di Sidoarjo untuk eksekusi pelaksanaan hukuman,” ujarnya.

Sebagaimana dilaporkan detikcom, Alfian tiba di Lapas Klas I Surabaya di Porong sekitar pukul 10.00 WIB. Dengan pengawalan ketat dari Polresta Sidoarjo, Alfian dibawa menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.

Eksekusi ini terkait putusan MA Nomor 1167/Pid.sus/2018 tanggal 7 Juni 2018 yang menolak kasasi Alfian atas putusan hukuman 2 tahun penjara terkait kasus ujaran kebencian.

Alfian Tanjung, saat dieksekusi ke LP Porong

Terdakwa kasus ujaran kebencian terhadap Jokowi-Ahok, Alfian Tanjung, saat dieksekusi ke LP Porong. (Foto: Dok Kejagung)

Kasus ini bermula saat ceramah Alfian di Masjid Mujahidin, Tanjung Perak, Surabaya, yang tersebar melalui media sosial YouTube. Kemudian, pada 26 Februari 2017, seorang warga Surabaya bernama Sujatmiko melaporkan hal tersebut ke kepolisian lantaran dinilai mengandung ujaran kebencian.

Dalam video itu, Alfian menyebut di antaranya: Jokowi adalah PKI, China PKI, Ahok harus dipenggal kepalanya, dan Kapolda Metro Jaya diindikasikan PKI.

Dalam putusan Pengadilan Negeri Surabaya dengan Nomor 2664/Pid.sus/2017, majelis hakim menyatakan bahwa Alfian Tanjung terbukti bersalah melakukan tindak pidana ujaran kebencian Pasal 16 juncto Pasal 4b angka 2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Alfian dijatuhi hukuman pidana selama 2 (dua) tahun penjara.

Loading...

Berita lainnya