Pendidikan

Kecewa dengan Jokowi, Pimpinan Honorer K2 Mengadu ke Prabowo

Ketua FHK2-PGRI Jatim Riyanto Agung Subekti menemui capres Prabowo Subianto.
Ketua FHK2-PGRI Jatim Riyanto Agung Subekti menemui capres Prabowo Subianto. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Dari 438.590 honorer K2 (kategori dua), hanya 13.347 yang dianggap memenuhi syarat ikut tes CPNS 2018 karena usianya di bawah 35 tahun. Atas dasar itulah honorer K2 tua atau yang usianya di atas 35 tahun merasa kecewa dan menuding pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa lagi diharapkan.

Mereka yang tidak bisa ikut CPNS 2018 karena dianggap tidak memenuhi syarat, pun akhirnya berinisiatif meminta dukungan ke bakal calon presiden Prabowo Subianto.

Ketua Forum Honorer K2-Persatuan Guru Republik Indonesia (FHK2-PGRI) Riyanto Agung Subekti alias Itong mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya untuk melakukan pendekatan kepada PB PGRI dan Prabowo. Dia meyakini, selama Jokowi masih memimpin, honorer K2 tua tidak akan diperhatikan.

“2014 kami mendukung Pak Jokowi jadi presiden karena beliau janji akan memerhatikan guru honorer. Nyatanya, empat tahun janjinya tidak direalisasikan. Yang direkrut justru tenaga baru. Honorer K2 dihempas seperti tidak punya harga,” kata Itong, seperti dilansir JPNN, Jumat (15/9).

Menurut Itong, tidak ada harapan bisa jadi PNS selama presiden melupakan janjinya. Mereka pun akhirnya menaruh harapan besar kepada Prabowo agar para honorer K2 bisa diangkat menjadi PNS.

“Kami hanya menagih janji kampamye. Empat tahun kami menunggu dan sia-sia,” ujarnya.

Baca: Pak Jokowi, Honorer K2 Tua Sudah Bosan dan Muak dengan Janji-janji

Guru asal Banyuwangi ini mengaku sudah bertemu Prabowo di Ponpes Darus Salam Blok Agung Banyuwangi pada 10 September 2018 lalu. Pada kesempatan itu Itong mengungkapkan permasalahan honorer K2 yang hingga hari ini nasibnya masih terkatung-katung.

“Bapak Prabowo sangat terkejut dan mengangguk-angguk setelah mendengar apa yang saya paparkan. Beliau berpesan agar kami ikuti aturan saat ini dan mendoakan agar beliau dan Pak Sandiaga Uno memenangkan Pilres Tahun 2019. Insyaallah permasalahan negara akan segera diselesaikan termasuk tenaga honorer,” kata Itong.

Loading...

Tulis pendapat anda