— Real Madrid menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas pertahanan mereka di awal musim ini, meskipun performa mereka secara keseluruhan cukup meyakinkan di bawah pelatih baru Jose Mourinho. Tim berjuluk El Real ini berhasil menduduki peringkat kedua klasemen sementara dengan mengumpulkan 12 poin, hanya tertinggal tiga angka dari pemuncak klasemen Barcelona yang masih sempurna dalam lima pertandingan.

Perjalanan Madrid di lima laga awal diwarnai empat kemenangan dan satu kekalahan. Kekalahan tunggal tersebut terjadi pada pekan keempat saat mereka harus mengakui keunggulan Real Betis dengan skor 0-1 di kandang lawan. Namun, Los Blancos berhasil bangkit pada pekan kelima akhir pekan lalu dengan membantai Rayo Vallecano 4-1 di Santiago Bernabeu.

Di balik kemenangan besar tersebut, mantan kiper Timnas Spanyol, Santiago Canizares, melihat adanya kelemahan fundamental pada tim. Ia mengidentifikasi bahwa lini depan Real Madrid sering kali enggan melakukan tugas pressing atau membantu pertahanan. Sikap ini, menurutnya, berpotensi mengganggu keseimbangan tim.

Canizares menjelaskan bahwa minimnya tekanan dari lini depan memaksa para gelandang untuk bekerja lebih keras dalam menutup ruang yang ditinggalkan. Hal ini menciptakan celah yang dapat dieksploitasi oleh tim lawan. Ia secara spesifik menyebut Vinicius Jr dan Kylian Mbappe sebagai dua pemain depan yang kerap dikritik karena keengganannya membantu pertahanan.

“Saat tidak menguasai bola, kinerja para penyerang mereka sangat buruk. Sikap itu menular. Pemain yang satu melihat pemain lainnya, lalu berpikir, ‘Ah, kalau dia saja tidak bergerak, ya saya juga tidak perlu bergerak’,” ujar Canizares seperti dikutip dari Sportskeeda.

Ia menambahkan bahwa situasi ini menyebabkan kekacauan dalam tim. Para gelandang terpaksa harus turun lebih dalam untuk membantu lini belakang, yang pada akhirnya memudahkan tim lawan untuk menciptakan peluang. “Tim pun jadi kacau; para gelandang terpaksa turun ke belakang untuk membantu pertahanan, sehingga tim lawan mana pun bisa menciptakan peluang saat menghadapi Real Madrid,” pungkasnya.

Canizares menekankan bahwa kondisi ini tidaklah kompetitif dan harus segera dibenahi. Ia mengingatkan bahwa jika kelemahan ini tidak diatasi secara konsisten sepanjang musim, tim mungkin akan kesulitan menjalankannya dengan baik saat situasi genting di kemudian hari.