Jurnal Indonesia — Ronald Koeman Jr. menorehkan catatan unik sekaligus bersejarah di Eredivisie. Putra dari legenda sepak bola Belanda, Ronald Koeman, ini berhasil mencetak dua gol dalam satu pertandingan untuk menyelamatkan timnya, Telstar, dari kekalahan saat menghadapi Cambuur. Keunikan aksi ini terletak pada posisinya sebagai penjaga gawang.
Dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2 antara Telstar dan Cambuur di Sportpark Schoonenberg pada Minggu (6/9/2026), kedua gol Telstar dicetak sepenuhnya oleh Koeman Jr. melalui eksekusi tendangan penalti. Prestasi ini menjadikan Koeman Jr. sebagai kiper pertama dalam sejarah Eredivisie yang mampu mencetak dua gol dalam satu laga.
Momen ini menjadi lebih dramatis mengingat Telstar harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-22 setelah Nökkvi Þórisson diganjar kartu merah. Cambuur berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka. Rafik El Arguioui membawa tim tamu unggul pada menit ke-53, yang kemudian digandakan oleh Nicolas Binder pada menit ke-60, membuat skor menjadi 2-0.
Namun, Telstar menunjukkan perlawanan tiga menit kemudian. Koeman Jr. maju sebagai algojo penalti dan sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-63. Drama berlanjut hingga akhir laga. Pada masa injury time, VAR kembali memberikan hadiah penalti untuk Telstar.
Koeman Jr. kembali mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Kiper berusia 31 tahun itu berhasil menaklukkan Thijs Jansen pada menit ke-90+11, mengubah skor menjadi 2-2 dan memastikan satu poin penting bagi Telstar.
Koeman Jr. Tak Terpengaruh Gangguan Pemain Lawan
Koeman Jr. mengungkapkan bahwa ia memang telah menjadi pilihan utama Telstar untuk mengambil tendangan penalti. Kepercayaan diri ini membuatnya tidak ragu untuk mengambil dua tendangan penalti dalam situasi penuh tekanan.
“Saya memang sekarang berada di urutan teratas dalam daftar. Saya bisa mengambil penalti dengan baik, saya percaya diri. Saya tidak punya keraguan,” ujar Koeman Jr.
Pemain Cambuur sempat berusaha mengganggu konsentrasinya saat berada di titik putih. Upaya serupa juga terjadi ketika Telstar mendapatkan penalti lain yang kemudian dianulir setelah intervensi VAR. Namun, Koeman Jr. tetap tenang dan tidak terpancing.
“Mereka akan berbicara kepada saya, Anda sudah tahu itu sebelumnya. Tapi mereka tidak akan membuat saya terpancing,” katanya sambil tersenyum.
Menariknya, Koeman Jr. memilih arah tendangan yang sama untuk kedua penaltinya, yaitu ke pojok kanan bawah. Ia bahkan mengisyaratkan mungkin akan mengubah pilihannya jika kembali dipercaya menjadi eksekutor di masa mendatang.
“Mungkin saya harus mengubah arah tendangan saya suatu saat nanti. Meski kalau tendangannya cukup keras, kiper tidak akan bisa menangkapnya,” jelasnya.
Pahlawan Penyelamat Telstar
Dua gol melawan Cambuur bukanlah kali pertama Koeman Jr. berperan sebagai penyelamat Telstar melalui titik penalti. Pada Mei lalu, ia juga berhasil mencetak gol dari titik putih pada menit ke-89 dalam laga penentuan melawan FC Volendam. Hasil kemenangan 2-1 tersebut memastikan Telstar bertahan di Eredivisie, sementara Volendam harus menjalani playoff degradasi.
Kini, Koeman Jr. kembali membuktikan dirinya sebagai pahlawan bagi Telstar. Kali ini, ia tidak hanya mencetak gol penentu, tetapi juga mengukir sejarah Eredivisie dengan mencetak dua gol dalam satu pertandingan sebagai seorang kiper.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.