Jurnal Indonesia — Sejumlah klub Premier League dikabarkan berencana mengajukan tuntutan hukum terhadap Manchester City menyusul dugaan 114 kasus pelanggaran finansial yang dilakukan klub tersebut antara tahun 2009 hingga 2018. Kabar ini muncul setelah Manchester City dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut oleh panel independen.
Premier League sendiri telah mendakwa City dengan 115 pelanggaran finansial sejak Februari 2023. Kasus ini kemudian dibawa ke panel independen yang pada September 2026 memutuskan bahwa hanya satu dari total dakwaan yang digugurkan, sementara 114 lainnya tetap berlaku. Laporan dari The Athletic dan BBC menyebutkan bahwa klub-klub Premier League lainnya telah menerima pemberitahuan resmi mengenai putusan ini.
Sebelumnya, klub-klub tersebut telah berkomunikasi dengan sejumlah firma hukum untuk menjajaki kemungkinan menuntut kompensasi dari City jika terbukti bersalah. Diskusi ini semakin intensif setelah keluarnya putusan dari panel independen yang mengusut kasus tersebut. Namun, gugatan ini baru dapat diajukan setelah proses banding yang diyakini akan dilawan oleh City, mengingat klub tersebut sejak awal menyatakan tidak bersalah.
Rencana tuntutan ini tidak lepas dari preseden yang ada. Pada Juni lalu, Everton dijatuhi denda sebesar 35,1 juta pound kepada Burnley karena melanggar Aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR) pada musim 2021-2022. Pelanggaran tersebut diyakini memberikan keuntungan kompetitif yang tidak langsung bagi Everton. Dengan patokan putusan Everton, klub-klub Premier League berpeluang mengajukan ganti rugi jika merasa posisi mereka di klasemen selama periode 2009-2018 seharusnya lebih baik, serta berpotensi mendapatkan pemasukan lebih besar dari sponsor dan hadiah jika City tidak melakukan pelanggaran finansial.
Manchester City sendiri tetap kukuh pada pendiriannya bahwa mereka tidak bersalah dan kasus ini belum selesai. “Proses yang melibatkan Premier League masih terus berjalan, dengan sejumlah aspek penting yang harus diselesaikan, serta tunduk pada ketentuan kerahasiaan yang ketat. Oleh karena itu, sikap Manchester City tetap konsisten dengan pernyataan klub pada bulan Februari 2023,” ujar seorang juru bicara klub kepada The Athletic. Ia menambahkan, “City telah secara sungguh-sungguh menghormati prosedur yang berlaku selama delapan tahun, dengan keyakinan bahwa dewan dan jajaran eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, imparsial, dan adil, serta bebas dari pengaruh yang memihak.”
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.