Kriminal, Nasional

Komnas HAM Minta Penanganan Terorisme Tak Melibatkan TNI

Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam
Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/9/2017). (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Jurnalindonesia.co.id – Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam, menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5).

“Kami mengecam tindakan kekerasan dan kebiadaban yang dilakukan para pelaku peledakan tersebut. Kami berharap kepolisian segera melakukan pengusutan tuntas dan membongkar seluruh jaringan pelaku,” kata Choirul di Jakarta, Minggu (13/5/2018) siang.

Choirul berharap, aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan kerja-kerja pencegahan.

Menurutnya, penangan kasus peledakan harus tetap menjadi tugas utama kepolisian dalam koridor hukum. Bukan kemudian menariknya menjadi persoalan penanganan keamanan yang melibatkan berbagai pihak di luar penegakan hukum.

“Kami berharap pengusutan peledakan ataupun aksi-aksi teror lain, termasuk penanganan terorisme, dilakukan dalam koridor penegakan hukum, daripada sebagai ancaman atas kondisi keamanan, sehingga ide pelibatan TNI tidak terjadi,” ujarnya.

Baca: Bom Bunuh Diri di 3 Gereja di Surabaya Diduga Dilakukan Satu Keluarga

Loading...

Lebih lanjut Choirul mengatakan, melawan terorisme merupakan kerja yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam melawan intoleransi dan siar kebencian sebagai salah satu akar terorisme.

“Karena itu Komnas HAM mengajak semua lapisan masyarakat membangun budaya toleransi, saling menghormati dan menjauhi siar kebencian,” ucapnya.

Choirul optimistis, dengan membangun budaya toleransi dan saling menghormati, tindak kekerasan yang dilakukan oleh siapapun termasuk terorisme, dapat dicegah dan dilawan.

JPNN

Loading...

Tulis pendapat anda