— Meski berkarakter tertutup, Korea Utara memiliki ekosistem smartphone yang terstruktur ketat. Perangkat untuk warga di sana tidak hanya berbeda dalam merek, tetapi juga dikunci secara teknis agar sesuai kebijakan negara.

Beberapa ciri utama perangkat itu meliputi ponsel berlabel lokal yang kemungkinan dirakit dengan komponen dari produsen China, sistem operasi Android yang dimodifikasi, serta mekanisme pengendalian distribusi aplikasi yang ketat.

Pada dekade pertama era ponsel pintar di negara tersebut, merek seperti Arirang dan Pyongyang muncul saat ponsel pertama kali mulai dipasarkan pada 2009. Merek lain seperti Phurunhanal dan Jindallae menyusul, lalu diikuti oleh sejumlah nama baru, termasuk Masudan yang menawarkan model ponsel lipat.

Asal Produksi Perangkat

Berbagai laporan menyebutkan bahwa perangkat yang beredar tampaknya diproduksi oleh produsen peralatan asli (OEM) asal China. Setelah itu, ponsel dikirim ke Korea Utara untuk dipasangi sistem operasi dan aplikasi sesuai merek lokal.

Android Versi Korea Utara

Sistem operasi yang terpasang adalah varian Android yang mengalami modifikasi, termasuk penyesuaian keamanan. Salah satu fitur utama adalah penggunaan sistem tanda tangan digital yang mencegah pemasangan aplikasi atau konten yang tidak ditandatangani secara resmi oleh pemerintah.

Sistem tanda tangan digital ini menjadi salah satu cara pemerintah mengendalikan ekosistem ponsel dan membatasi akses ke media yang tidak disetujui.

Pengawasan Melalui Aplikasi

Di dalam perangkat juga ditemukan aplikasi bernama Trace Viewer yang mengambil tangkapan layar saat ponsel digunakan. Aplikasi itu mencatat waktu dan tanggal setiap tangkapan layar serta aplikasi yang sedang dipakai.

Pengguna dapat melihat informasi waktu, tanggal, dan nama aplikasi pada tangkapan layar, namun tidak bisa melihat gambar tangkapan layar itu sendiri atau menghapusnya.

Unduhan Aplikasi Harus Datang Langsung

Ekosistem ponsel Korea Utara tidak tampak memiliki toko aplikasi online seperti yang umum di negara lain. Untuk mendapatkan aplikasi atau konten baru, pengguna harus mengunjungi salah satu dari jaringan ratusan “Pusat Pertukaran IT” yang tersebar di seluruh negeri.

Pusat-pusat ini berfungsi sebagai titik transfer aplikasi dan konten ke perangkat pengguna, sehingga pembaruan dan instalasi aplikasi tidak dilakukan melalui unduhan jarak jauh secara langsung ke ponsel.

Fungsi Lain Smartphone

Selain komunikasi, smartphone di Korea Utara dimanfaatkan untuk hiburan seperti permainan dan layanan streaming yang disetujui. Layanan negara dan beberapa layanan pribadi juga mulai beralih ke sistem daring, termasuk pembayaran transportasi dan layanan pengiriman.

Peningkatan pemakaian ponsel untuk aktivitas sehari-hari memberi pemerintah cara tambahan untuk mengumpulkan data, memantau perilaku, dan mengawasi individu melalui platform yang dikelola secara lokal.

Beberapa contoh perangkat yang tercatat antara lain Madusan 505, serta model-model seperti Arirang 221 dan Blu Bold N2 yang disebutkan dalam pemantauan teknologi.