Ekonomi dan Bisnis

Kritik Infrastruktur Jokowi, Gerindra: yang Banyak Pembangunannya atau Beritanya?

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Tol Surabaya-Mojokerto
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Tol Surabaya-Mojokerto, Selasa (19/12/2017)(Foto: Kompas)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Komisi V DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fary Djemy Francis, menilai percepatan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) belum banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur itu hanya menjadi ajang pencitraan bagi Jokowi untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Kita lihat semua target-target berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, itu ujungnya kalau tidak harus diselesaikan 2018, 2019,” kata Fary dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Pencitraan tersebut, kata Fary, tampak dari begitu massifnya pemberitaan mengenai pembangunan infrastruktur, baik di media massa cetak maupun elektronik. Namun, jika dilihat dari anggaran yang dialokasikan, sebenarnya tidak terlalu besar.

Baca juga: Waketum Gerindra Sebut Ambruknya Proyek Infrastruktur Jokowi Karena Gunakan Material KW 3 China

Fary Djemi Francis

Fary Djemi Francis. (Foto: istimewa)

Fary menjelaskan, pada 2015 lalu, anggaran pembangunan yang diusulkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 114,8 triliun, sementara yang disetujui Rp 110,8 triliun.

Pada 2016, anggaran yang disetujui senilai Rp 98,1 triliun dari usulan Rp 169,4 triliun. Sementara pada 2017 anggaran yang setujui hanya di bawah 50 persen dari usulan Rp 209 triliun, yakni hanya Rp 103,1 triliun yang disetujui.

Loading...

Terakhir, pada tahun 2018 ini, dari kebutuhan Rp 221,3 triliun, anggaran yang disetujui untuk Kementerian PUPR hanya Rp 106,2 triliun.

“Jadi kalau dikatakan bahwa ini di media, di koran, banyak sekali pengeluaran infrastruktur itu, pembangunannya yang banyak, atau beritanya yang banyak?,” pungkas Fary.

Baca juga: Faisal Basri Sebut Pemerintah Utang Banyak Bukan untuk Infrastruktur, Tapi untuk Belanja Pegawai

KOMPAS

Loading...

Tulis pendapat anda