Daerah, Jawa Timur

Kronologi Jatuhnya Bocah 9 Tahun Korban Tragedi “Surabaya Membara’

Insiden drama surabaya
Sejumlah warga mengevakuasi korban yang terjatuh dari viaduk ketika menonton drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11/2018). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Jurnalindonesia.co.id – Pagelaran drama kolosal ‘Surabaya Membara’ memperingati Hari Pahlawan pada Jumat (9/11/2018) malam diwarnai kejadian tragis. Tiga orang meninggal dunia dan 20 orang lainnya mengalami luka berat dan ringan akibat terjatuh dari viaduk atau jalur atas jembatan perlintasan kereta api.

Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi bernama Erikawati (9). Berikut kronologi kejadiannya.

Korban yang merupakan siswi kelas III SD Dharma Siswa Surabaya dan beralamat di Kalimas Barat No 61, Surabaya, Jawa Timur itu diduga terdesak oleh penonton lainnya hingga terjatuh.

Nenek korban, Riati (42), mengungkapkan saat itu cucunya bersama ibu dan keluarganya menonton pagelaran drama kolosal tersebut dari atas viaduk.

“Tadi berangkat mau nonton itu (Surabaya Membara) sama ibunya,” tuturnya di kamar jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya Jumat (9/11/2018), seperti dilansir Tribunnews.

Kondisi Erikawati mengalami luka parah di bagian kepala dan patah tulang pada kedua kakinya.

Saat ini jenazah Erikawati masih berada di kamar mayat RSUD dr Soetomo Surabaya.

Baca: Insiden Drama “Surabaya Membara” yang Tewaskan 3 Orang, Ini Penjelasan KAI

Sementara itu, ayah korban, Sahluki (41), berencana membawa jenazah anaknya ke rumah duka di Parseh, Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, Madura.

“Ini atas permintaan kakeknya,” kata Sahluki kepada Surya.co.id.

Sedangkan ibu Erikawati kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit PHC Jl Perak, Surabaya.

Ibu Erikawati juga menjadi salah satu korban dan kondisinya patah tulang.

Dikutip dari Kompas.com, seluruh korban, dievakuasi ke tiga rumah sakit di Surabaya yakni RSU dr Soetomo, RSUD Suwandhie dan RS PHC Tanjung Perak Surabaya.

Tidak kurang 20 orang mengalami luka berat dan ringan dalam tragedi ini.

Lima korban luka yang dirawat di RSU dr Soetomo adalah Masanah (40), Radian Permadi (16), Bayu Prasetyo (21), A Nur Aziz (19), dan M Maulana Saifudin.

Sebanyak 12 korban luka dirawat di RSUD Soewandhie Surabaya, yakni Rojak Ali Pratama (17), Achmad Qomarudin (17), Achmad Umar Jafar (13), Moch Nur Saifullah (13), Andi Rahman Saputro (15), Rafli (12), Rahmat Agung, Yusnu Sofa, Suci Anggraeni, Nabila (15), Iqbal, dan Risma.

Dan 3 korban yang dirawat di RS PHC Tanjung Perak Surabaya yaitu Kim Aldi Sahputra (19), Miftahul Qaromah dan Liana (37).

Insiden ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat drama kolosal Surabaya Membara baru sekitar 15 menit berlangsung.

Sebelum drama kolosal dimulai, puluhan penonton sudah memenuhi bagian atas viaduk Jalan Pahlawan.

Sebelum kereta melintas, kereta sudah membunyikan klakson lokomotif dan mengurangi kecepatan dari 30 kilometer per jam menjadi 15 kilometer per jam.

Saat klakson berbunyi, penonton di bawah viaduk sudah berteriak agar penonton di atas viaduk segera turun.

Saat kereta melintas dengan kecepatan rendah, penonton yang ada di atas viaduk saling berpegangan.

Laporan yang diterima PT KAI Daop 8, ada beberapa penonton yang berusaha melompat ke kereta karena kereta berjalan pelan.

Diduga karena kehilangan keseimbangan dan tersenggol badan kereta api, beberapa penonton terjatuh ke bawah dari ketinggian sekitar 7 meter.

Penonton yang terjatuh sebagian ada yang mengalami patah tulang.

Saat peristiwa terjadi, drama kolosal ‘Surabaya Membara’ tetap berlangsung.

Loading...

Tulis pendapat anda