Jurnal Indonesia — Pemain muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, mengungkapkan pandangannya mengenai teknologi Virtual Assistant Referee (VAR). Menurutnya, VAR meskipun bertujuan untuk keadilan, seringkali membuat pertandingan menjadi lambat.
Dalam sebuah video di kanal YouTube miliknya yang diunggah pada 7 Juni lalu, Yamal yang juga peraih Golden Boot Piala Dunia 2026, menjawab berbagai pertanyaan dari netizen. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah mengenai pendapatnya tentang penggunaan VAR dalam sepak bola modern.
“Aku pikir pada akhirnya itu adalah sesuatu yang adil, tetapi benar pada beberapa situasi itu sangat memperlambat pertandingan. Ketika suatu pertandingan berhenti selama enam menit,” ujar pemain FC Barcelona tersebut.
Yamal mengakui bahwa VAR dapat membantu memastikan keputusan yang krusial, seperti penentuan offside. Namun, ia merasa jeda waktu yang bisa mencapai enam menit untuk satu insiden sangatlah lama dan mengganggu ritme permainan.
“Aku pikir, bagaimana pun keadilan yang dibawanya, apakah itu offside atau tidak, enam menit berhenti itu adalah waktu yang lama,” tuturnya.
Ia kemudian mengenang masa lalu sepak bola sebelum adanya VAR. “Aku ingat sepakbola sebelumnya ketika mereka mencurangimu, tapi pertandingan tetap berjalan dan itu juga gapapa,” imbuhnya.
Tentang VAR
VAR adalah sistem teknologi yang digunakan untuk meninjau keputusan yang dibuat oleh wasit utama menggunakan rekaman video instan. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kesalahan manusia pada momen-momen krusial dalam pertandingan sepak bola.
Teknologi ini membantu dalam menentukan keputusan terkait penalti, gol sah atau tidak, kartu merah langsung, dan kesalahan identifikasi pemain yang mendapatkan hukuman.
Uji coba VAR pertama kali dilakukan dalam pertandingan resmi pada 21 September 2016 dalam ajang Piala Liga Belanda (KNVB Cup). Untuk turnamen resmi FIFA, VAR diuji pada Desember 2016 di Jepang. FIFA kemudian menggunakan VAR secara penuh dalam turnamen internasional pertamanya pada tahun 2017.
Ikuti Jurnal Indonesia
