— Lamine Yamal, talenta muda yang bersinar di Barcelona, menyatakan keinginannya untuk tidak disamakan dengan legenda sepak bola seperti Pele atau Lionel Messi. Ia lebih memilih untuk dikenang sebagai dirinya sendiri dan mengukir sejarah unik dalam kariernya.

Yamal telah menunjukkan performa gemilang di usianya yang masih sangat muda. Bersama Barcelona, ia telah mengoleksi enam gelar domestik, termasuk tiga trofi Liga Spanyol. Selain itu, pemain keturunan Maroko dan Guinea Khatulistiwa ini juga telah meraih Piala Eropa dan Piala Dunia bersama Tim Nasional Spanyol, yang semuanya dicapai sebelum usianya mencapai 20 tahun.

Perbandingan dengan Pele dan Lionel Messi, dua ikon sepak bola dunia yang juga meraih kesuksesan besar di usia muda, seringkali dilontarkan kepadanya. Meskipun merasa tersanjung dengan pujian tersebut, Yamal menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

“Saya bermain untuk membuat sejarah, sehingga dalam 30 tahun ke depan anak muda akan berkata, ‘Dia juga sangat hebat’,” ujar Yamal, mengutip dari Mundo Deportivo.

“Namun ini bukan obsesi; saya tidak pernah berpikir, ‘Saya ingin lebih baik dari Pele, lebih baik dari Messi’. Saya tidak ingin membandingkan diri saya dengan siapa pun,” lanjutnya.

Yamal menambahkan, “Saya ingin menjadi Lamine Yamal, saya ingin dikenang sebagai Lamine Yamal, dan saya berharap bisa berada di antara para pemain hebat. Saya percaya memiliki kemampuan dan sumber daya untuk mencapainya, dan itu bergantung padaku.”