Daerah, Nasional, NTB

Larang Valentine’s Day, Wali Kota Bima Instruksikan Anak Buah Awasi Penjualan Alat kontrasepsi di Apotek dan Toko Obat

Wali Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), H Qurais H Abidin saat pengambilan sumpah pejabat lingkup Pemkot Bima, Senin (29/8/2016).
Wali Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), H Qurais H Abidin saat pengambilan sumpah pejabat lingkup Pemkot Bima, Senin (29/8/2016). (Foto: Bimakini.com)

Jurnalindonesia.co.id – Wali Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), H Qurais H Abidin, mengeluarkan surat edaran berisi larangan merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day di kota Bima.

Hal tersebut bertujuan untuk mencegah perilaku generasi muda, mahasiswa dan pelajar Kota Bima yang melanggar nilai-nilai moral dan akhlak yang umumnya terjadi setiap tanggal 14 Februari.

Dalam surat edaran dengan Nomor 54 Tahun 2018 tersebut Wali Kota meminta seluruh pimpinan perguruan tinggi dan kepala sekolah/madrasah di wilayah Kota Bima untuk melarang kegiatan mahasiswa/pelajar, baik di lingkungan perguruan tinggi/sekolah/madrasah maupun di luar, yang bertujuan untuk merayakan Valentine’s Day.

Ia pun meminta pimpinan perguruan tinggi dan kepala sekolah/madrasah untuk membuat surat pemberitahuan kepada seluruh orang tua dan wali murid untuk dapat mengawasi putra-putrinya agar tidak terjebak dan melakukan hal-hal yang melanggar nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi masyarakat Kota Bima.

Wali Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), H Qurais H Abidin.

Wali Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), H Qurais H Abidin.

Selain kepada guru dan orang tua, Wali Kota juga meminta Ormas Islam se-kota Bima agar senantiasa ikut menjaga ketertiban sosial.

Dinas Koperindag, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diinstruksikan untuk mengawasi penjualan alat kontrasepsi pada semua apotek dan toko obat di Kota Bima. Tujuannya, agar penjualannya lebih selektif sebagai upaya untuk mencegah perilaku seks bebas di kalangan pasangan yang belum menikah.

Camat dan lurah pun diimbau untuk mempersiapkan tema khotbah tentang larangan perayaan Valentine’s Day.

Sebagai upaya tambahan, Satuan Polisi Pamong Praja diarahkan untuk melakukan pengawasan dan pengamanan pada malam perayaan Valentine’s Day serta melakukan razia pada 13-15 Februari 2018 di seluruh kos-kosan, hotel/penginapan, kafe dan tempat-tempat hiburan lainnya.

Loading...

Tulis pendapat anda