Jurnal Indonesia — Lautaro Martinez mencurahkan isi hatinya setelah tidak diturunkan oleh pelatih Lionel Scaloni dalam pertandingan final Piala Dunia 2026, di mana Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1. Meskipun sangat ingin berkontribusi, striker Inter Milan ini harus menerima kenyataan yang berbeda.
Sebelumnya, Martinez menjadi andalan di lini serang Argentina, tampil konsisten sejak fase grup hingga babak semifinal. Kontribusinya terbilang signifikan dengan mencetak tiga gol dan satu assist, termasuk gol kemenangan krusial melawan Inggris di semifinal.
Namun, dalam laga puncak yang digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7) dini hari WIB, Martinez yang memulai laga dari bangku cadangan, akhirnya tidak mendapatkan kesempatan bermain sama sekali. Keputusan ini diambil Scaloni di tengah situasi genting timnya.
Pelatih Argentina terpaksa melakukan beberapa perubahan taktis akibat cedera yang dialami dua bek tengah andalannya, Lisandro Martinez dan Cristian Romero. Selain itu, Leandro Paredes dan Giuliano Simeone juga dimasukkan untuk memperkuat lini tengah dan meredam serangan lawan. Puncak dari situasi sulit ini adalah kartu merah yang diterima Enzo Fernandez.
Dalam kondisi bermain dengan sepuluh orang, terutama saat perpanjangan waktu, Scaloni memutuskan untuk lebih fokus pada pertahanan. Ia memilih memasukkan bek tambahan, Marcos Senesi, dengan mengorbankan Julian Alvarez. Keputusan ini membuat tidak ada lagi ruang bagi Lautaro Martinez untuk masuk ke lapangan.
“Kami telah mengerahkan segala upaya untuk memenangi Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun, tapi kali ini bukan takdir kami. Saya bangga menjadi orang Argentina,” tulis Martinez di media sosial, seperti dikutip Football Italia.
Ia menambahkan, “Saya ingin mencoba membantu tim di lapangan, tapi tak masalah. Terima kasih kepada semua orang yang mendukung kami selama turnamen, bepergian ribuan kilometer demi dekat dengan kami, dan juga untuk mereka yang mendukung kami di seluruh penjuru negeri.”
Pada akhirnya, strategi bertahan Scaloni yang bertujuan memaksa Spanyol melalui adu penalti tidak membuahkan hasil. Ferran Torres berhasil membobol gawang Emi Martinez pada menit ke-106, memastikan kemenangan bagi Spanyol. Argentina sendiri tampil dominan namun gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Ikuti Jurnal Indonesia
