Jurnal Indonesia — Legenda Real Madrid, Claude Makalele, mengkritik sikap klubnya setelah menelan kekalahan dari Atletico Madrid dalam lanjutan Liga Spanyol. Menurut Makalele, Los Blancos seharusnya tidak menjadikan wasit sebagai kambing hitam atas hasil pertandingan tersebut.
Real Madrid harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan skor 1-2 pada pertandingan yang digelar di Metropolitano Stadium. Keputusan wasit Ortiz Arias dalam laga tersebut menjadi sorotan utama bagi kubu Real Madrid. Los Merengues menilai wasit tidak adil karena mengusir pemain mereka, Dean Huijsen, namun tidak memberikan kartu merah kepada dua pemain Atletico Madrid yang melakukan pelanggaran keras.
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, bahkan membawa foto berukuran A4 yang menunjukkan pelanggaran keras yang dilakukan oleh pemain Atletico, Cristian Romero dan Lee Kang-in. Mourinho juga secara terbuka menuduh Ortiz Arias tidak memiliki kapabilitas untuk memimpin pertandingan derby seketat itu.
Real Madrid secara resmi telah menyuarakan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit yang dianggap berat sebelah dan mempengaruhi hasil akhir pertandingan. Namun, keluhan ini mendapat tanggapan keras dari Claude Makalele.
Makalele, yang pernah membela El Real pada periode 2000-2003, berpendapat bahwa kelemahan permainan tim adalah alasan utama kekalahan tersebut. “Jangan jadikan wasit sebagai kambing hitam. Tidak ada pemahaman antar para pemain, maupun antara pemain dan pelatih. Mourinho perlu berbicara dengan mereka,” ujar Makalele, mengutip dari AS Diario.
Pria asal Prancis itu menambahkan, “Tim ini lemah, tidak ada rencana permainan, sama sekali tidak ada apa pun. Kita harus menuntut lebih banyak dari mereka.” Makalele menegaskan bahwa masalah utama bukanlah kinerja wasit, melainkan kekurangan yang jelas terlihat dalam tim dan ketiadaan ide atau rencana permainan yang matang di lapangan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.