— Lenovo memperkenalkan rangkaian solusi berbasis kecerdasan buatan untuk sektor industri dan pendidikan dengan menegaskan peran manusia tetap sentral dalam penerapannya.

Perusahaan memaparkan bahwa adopsi AI di era industri 5.0 bukan untuk mengeliminasi tenaga kerja, melainkan untuk memperkuat fungsi manusia dalam proses pengawasan dan pengambilan keputusan.

Penerapan dan Data Adopsi

Azis Wonosari, Solutions Consultant Lenovo Indonesia, menyatakan, “Di (industri) 5.0, basically kita adopsi AI tapi dari sisi karyawan itu kita nggak eliminate. Manusia itu sebagai sentral.”

Ia menambahkan, “Kalau kita ngomong AI otak, tapi harus ada yang mengawasi, jadi tetap kita perlu manusia.”

Lenovo mencatat 93% konsumen yang sudah mengimplementasikan inisiatif AI mengharapkan adanya return on investment (ROI) positif. Perusahaan juga menyebut perkiraan bahwa setiap USD 1 yang diinvestasikan ke AI akan menghasilkan USD 2,86.

Penerapan di Manufaktur

Beberapa use case AI yang dipaparkan untuk sektor manufaktur meliputi prediksi permintaan berdasarkan data dan tren pasar, peningkatan efisiensi operasional, kontrol kualitas, layanan pelanggan, serta pemantauan keselamatan karyawan.

Demonstrasi yang ditunjukkan meliputi sistem kamera pengawas pabrik yang mampu menghitung jumlah karyawan, membaginya menurut gender, serta mendeteksi ketidaksesuaian penggunaan alat pelindung diri seperti helm dan memberikan peringatan proaktif.

Azis menyebut solusi manufaktur pintar ini telah diterapkan di dua pabrik Lenovo, yakni di Hefei, China, dan Monterrey, Meksiko. Implementasi tersebut diklaim membantu mencapai 100% akurasi operasi dan mengurangi ukuran gudang hingga 23%.

“Jadi salah satu teknologi dalam smart warehouse kita adalah bagaimana kita bantu customer dengan menggunakan space yang ada, tapi kita maksimalkan penyimpanan produk di warehouse,” kata Azis.

Solusi Untuk Pendidikan

Selain sektor industri, Lenovo merancang solusi AI untuk institusi pendidikan. Perusahaan mencatat adopsi AI generatif di kalangan mahasiswa di Asia Pasifik mencapai 81% namun masih menghadapi kendala seperti infrastruktur yang belum memadai, data yang belum terintegrasi, dan kompleksitas implementasi.

Imam Munajat, Client Solution Architect Lenovo Indonesia, mengatakan solusi AI di ruang kelas memiliki berbagai use case, termasuk untuk memantau aktivitas siswa.

“Mereka ada issue kalau misalnya ada yang berantem, suka berantem atau bullying di kelas, misalnya. Gimana cara AI itu bisa membantu untuk meng-utilize solusi-solusi terbaiknya?” ujar Imam.