Nasional

Lion Air Minta Pengamat Jangan Dulu Berkomentar Sebelum Proses Identifikasi Korban Selesai

Petugas Basarnas mengevakuasi puing-puing pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 ke Kapal KN Sar Sadewa, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Sabtu (3/11/2018). (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Jurnalindonesia.co.id – Manajemen Lion Air berharap para pengamat penerbangan mau menahan diri membuat pernyataan ke publik terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) lalu.

Menurut Pihak Lion Air, sebaiknya komentar dan penyataan disampaikan setelah proses identifikasi korban jatuhnya pesawat.

Hal itu dilakukan tidak lain untuk menghormati hak keluarga korban.

“Saya mengimbau teman-teman yang merasa atau menjadi pengamat penerbangan, please respect kepada keluarga,” kata Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro, dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Minggu (4/11/2018).

“Jadi, jangan membuat statement-statement yang akhirnya ada keluarga yang juga merasakan bagaimana pedihnya, sakitnya kehilangan keluarga,” ujarnya.

Baca juga: Lion Air: Tiket Rp 100 Ribu ke Singapura Hoaks

Dia menuturkan, sebaiknya para pengamat penerbangan yang mengomentari seluruh aspek terkait insiden Lion Air JT-610 dapat menunggu hasil identifikasi seluruh korban.

“Lebih baik kita sama-sama menunggu hingga proses DVI di rumah sakit selesai, menunggu sampai proses identifikasi itu selesai, barulah ahli-ahli tadi, pengamat tadi silahkan bicaranya bebas.”

“Tapi please, hormatilah proses yang ada di rumah sakit, yang ada di SAR, yang ada di Komite Nasional Keselamatan Transportasi,” pungkas Daniel.

Hingga hari ketujuh jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, badan pesawat dan seluruh korban masih belum ditemukan.

Atas dasar itu, operasi SAR diputuskan diperpanjang sampai dengan tiga hari mendatang.

Keputusan ini diambil berdasarkan kebutuhan di lapangan.

“Setelah kami evaluasi dan koordinasi, serta masukan-masukan dari lapangan, operasi SAR kami perpanjang 3 hari,” kata Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi, dalam keterangan pers di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (4/11/2018).

Baca juga: Masih Amankah Naik Lion Air? Pilot Batik Air Ungkap Pemeliharaan Pesawat di Lion Grup

Syaugi berharap, penambahan waktu tersebut bisa secepatnya menemukan seluruh korban dan badan pesawat yang sampai kini masih di dasar laut.

Syaugi sendiri mengakui bahwa pihaknya sampai saat ini belum berhasil menemukan badan pesawat.

“Yang kami temukan dan kami evakuasi adalah bagian skin atau kulit-kulit pesawat, cukup banyak di dasar laut,” jelasnya.

Hal itu, kata dia, berdasarkan data gambar dan pencitraan dari ROV yang yang menyisir area pencarian dengan radius 250 meter persegi.

Selanjutnya, Syaugi juga menerangkan hasil pencarian CVR pesawat yang sebelumnya sempat terdeteksi Ping Locator meskipun sangat lemah.

“Sinyal yang diterima ping locator sudah ditelusuri oleh penyelam-penyelam gabungan yang handal, yang sudah kita bagi poin per poin area penyelaman, namun belum berhasil ditemukan secara fisik,” ucapnya.

Pihaknya memperkirakan, posisi bodi pesawat terendam lumpur sebagian sekitar 50 meter arah barat laut dari pusat pencarian.

“Kondisi dasar laut berlumpur, kalau kita tusuk dengan besi satu meter, belum sampai ke dasarnya,” jelasnya.

Baca juga: Gerindra Desak Penyelidikan Lion Air JT-610: Jokowi Jangan Beri Perlindungan!

Rencananya, kata Syaugi, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan para keluarga korban atas undangan Lion Air pada Senin (5/11/2018).

“Untuk memberikan penjelasan terkait pelaksanaan operasi SAR. Dari Basarnas, Panglima TNI dan Menhub juga diundang,” katanya.

Sementara, berdasarkan data Basarnas, update kantong jenazah sampai dengan Minggu (4/11) pukul 19.00 WIB, total berjumlah 138 kantong jenazah dan langsung dikirim ke RS Polri.

Temuan hari ini (hari ketujuh) cukup signifikan, yaitu 33 kantong jenazah.

“Yang pasti, tim SAR yang terlibat dalam operasi ini, masih tetap bersemangat, tetap optimis dapat menemukan korban lainnya,” tegas Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

Baca juga: Dukung Keluarga Korban Lion Air Tuntut Ganti Rugi, Hotman Paris: Di AS Bisa Triliunan Rupiah per Penumpang

Loading...

Tulis pendapat anda