Jurnal Indonesia — Bek tim nasional Argentina, Lisandro Martinez, menyampaikan pesan kepada para pendukung setelah kekalahan timnya di final Piala Dunia 2026. Ia juga memberikan ucapan selamat kepada Spanyol, yang menurutnya layak meraih gelar juara.
Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia mereka setelah takluk di partai puncak Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit hingga babak perpanjangan waktu, Lionel Messi dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor akhir 0-1.
Lisandro Martinez sendiri turun sebagai starter dalam laga krusial tersebut. Namun, bek Manchester United itu terpaksa harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-44 karena mengalami cedera.
Melalui akun media sosialnya, Lisandro berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras di balik layar untuk mendukung timnas Argentina. Ia juga tak lupa memberi selamat kepada Spanyol atas pencapaian gelar juara mereka.
“Dengan rasa sakit di jiwaku karena tidak bisa membawa pulang piala yang kita semua inginkan, tapi dengan rasa bangga yang sepenuhnya saya tunjukkan untuk seragam ini, untuk teman-teman setim, staf pelatih, direktur, staf medis, para koki, kit men, dan setiap orang yang terlibat dalam menyukseskan semua ini. Dan, terutama, untuk kalian, yang mengirimkan cinta, kekuatan, semangat kepada kami yang menjadi ciri khas kita dan kekompakan sebuah negara yang saya harap bertahan selamanya,” tulis Lisandro.
“Saya ingin memberi selamat kepada Spanyol atas gelar juara yang memang pantas didapatkan.”
“Dan kepada masyarakat kami, saya ingin bilang kalau hasil tidak menentukan jalan yang sudah ditempuh. Kami melewati kesulitan, menjadikan yang mustahil menjadi mungkin, dan tidak pernah mencari alasan, hanya menemukan alasan untuk jalan terus.”
“Kami membela warna bendera kami jauh melebihi di lapangan dan berbagi momen yang tak terlupakan bersama tim nasional, keluarga kami, dan dengan dukungan tanpa syarat dari seluruh orang Argentina. Mewakili kalian akan selalu jadi kebanggaan yang luar biasa.”
“Ingatlah bahwa ‘kejatuhan orang-orang hebat adalah kebahagiaan para medioker’,” tandasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia
