Jurnal Indonesia — Manchester City telah dinyatakan bersalah atas sebagian besar tuduhan pelanggaran aturan finansial fair play Premier League. Dari total 115 dakwaan yang diproses, klub hanya terbebas dari satu tuduhan.
Hukuman yang akan diterima Manchester City belum diumumkan secara resmi, namun diperkirakan akan berat mengingat rentang waktu pelanggaran yang panjang, yaitu dari tahun 2009 hingga 2023. Pihak Manchester City sendiri telah membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan ini.
Situasi ini berpotensi memberikan keuntungan bagi rival-rival City, terutama Liverpool. Klub asal Merseyside tersebut dua kali finis sebagai runner-up di belakang Manchester City, yaitu pada musim 2018/2019 dan 2021/2022. Jika gelar juara dicabut, ada kemungkinan gelar tersebut akan dilimpahkan kepada tim runner-up.
Meskipun demikian, mantan bek Liverpool yang kini bermain untuk Tottenham Hotspur, Andy Robertson, menyatakan pembelaannya terhadap para pemain Manchester City. Robertson percaya bahwa para pemain City tidak dapat disalahkan atas kasus ini.
“Bagi saya, para pemain menunjukkan bahwa mereka cukup bagus di lapangan untuk menang. Saya tidak terlalu paham soal dakwaan dan hal-hal semacam itu,” ujar Robertson, seperti dikutip dari The Guardian. “Tetapi mereka punya tim luar biasa, saya menikmati duel-duel dengan tim ini. Saya rasa ketika berurusan dengan hal-hal seperti ini, para pemain tidak bisa disalahkan. Hanya itu yang bisa saya fokuskan.”
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.