— Kylian Mbappe, yang memilih hengkang dari Paris Saint-Germain (PSG) menuju Real Madrid pada tahun 2024 dengan ambisi besar menjuarai Liga Champions, kini dihadapkan pada situasi di mana mantan klubnya justru meraih kesuksesan di kompetisi Eropa setelah kepergiannya.

Selama periode 2018-2024 membela PSG, Mbappe berhasil mempersembahkan 15 trofi domestik untuk klub yang dijuluki Les Parisiens tersebut. Namun, trofi Liga Champions menjadi satu-satunya gelar bergengsi yang belum mampu ia raih bersama raksasa Prancis itu, dengan pencapaian terbaiknya adalah menjadi runner-up pada edisi 2020.

Kepindahannya ke Real Madrid pada tahun 2024 didasari oleh keinginan kuat untuk menambah koleksi gelar Liga Champions. Saat itu, Los Blancos berstatus sebagai juara bertahan dengan rekor 15 trofi Si Kuping Besar.

Namun, dua musim berselang setelah Mbappe bergabung, ia belum juga berhasil meraih trofi Liga Champions bersama Real Madrid. Ironisnya, PSG justru berhasil menjuarai kompetisi tersebut secara beruntun pada musim 2025 dan 2026.

Kesuksesan PSG di kancah Eropa ini tak pelak kembali menyorot Kylian Mbappe. Sejumlah pihak menilai bahwa performa Les Parisiens justru terlihat lebih baik tanpa kehadirannya.

Menanggapi keberhasilan PSG di Liga Champions pasca kepergiannya, Mbappe memberikan tanggapan santai. Ia mengaku tidak terlalu ambil pusing dengan pencapaian mantan klubnya tersebut.

“Saya tidak bisa mengubahnya. Sejujurnya, saya tidak terlalu peduli,” ujar Mbappe, seperti dilansir dari BBC. Ia menambahkan, “Saya tahu cara menganalisis sepakbola, saya tahu alasannya. Saya tidak tahu segalanya tentang sepakbola, tetapi saya tahu lebih banyak daripada kebanyakan orang.”