Mancanegara

Media Internasional Ramai-ramai Soroti Kasus Meiliana

Meiliana
Meiliana menangis saat dijatuhi hukuman di Pengadilan Negeri Medan.

Jurnalindonesia.co.id – Kasus yang menimpa Meiliana mendapat perhatian besar dari dunia internasional.

Sebagaimana diketahui, perempuan berusia 44 tahun asal Tanjung Balai, Sumatra Utara itu divonis 18 bulan penjara karena mengeluhkan volume azan yang dinilainya terlalu keras. Dia dianggap telah melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Majalah mingguan Amerika Serikat, Newsweek, mengangkat artikel berjudul ‘Woman Complains About Noise From Mosque, Gets 18 Months in Prison‘. Sementara media Inggris, Sky News menuliskan bahwa vonis tersebut berpotensi memicu kekhawatiran bahwa citra Islam di Indonesia dipengaruhi oleh para radikal. Dengan judul artikel “Woman jailed in Indonesia for complaining mosque was too noisy”, media Inggris itu juga mengutip pernyataan pengacara Meiliana, Rantau Sibarani, yang mengatakan tak ada bukti jelas penistaan agama.

“Kasus ini tampaknya sangat dipaksakan. Ini hanya untuk memenuhi keinginan orang-orang,” ujar Sibarani seperti dikutip Sky News, Kamis (23/8/2018). Sky News juga menuliskan tentang Meiliana yang akan mengajukan banding atas putusan ini.

Sedangkan media Al-Jazeera memberitakan kasus ini lewat artikel berjudul ‘Indonesia jails woman for ‘insulting Islam’ over mosque ‘noise’‘. Begitu juga media Arab News, menuliskan berita dengan judul ‘Indonesia woman irked by mosque noise convicted of blasphemy’.

Baca: 5 Negara Muslim Ini Sudah Terapkan Aturan Volume Pengeras Suara Masjid, Bagaimana dengan Indonesia?

Adapun media Inggris, The Independent mengutip pernyataan direktur eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, yang menyerukan Pengadilan Tinggi Sumatra Utara untuk membatalkan vonis terhadap Meiliana tersebut.

“Mengajukan keluhan tentang kebisingan bukanlah pelanggaran pidana. Keputusan yang menggelikan ini merupakan pelanggaran mencolok dari kebebasan berekspresi,” kata Usman seperti dikutip The Independent, Kamis (23/8/2018) dalam artikel berjudul ‘Woman who complained about noisy mosque jailed for blasphemy‘.

“Menghukum seseorang hingga 18 bulan penjara karena sesuatu yang sangat sepele adalah ilustrasi gamblang dari penerapan hukum penodaan agama yang semakin sewenang-wenang dan represif di negara ini,” kata Usman.

“Pengadilan Tinggi di Sumatra Utara harus membalikkan ketidakadilan ini dengan membatalkan hukuman Meiliana dan memastikan pembebasannya segera dan tanpa syarat,” cetus Hamid.

Sementara media Australia, ABC News memberitakan kasus tersebut lewat artikel berjudul ‘Indonesian Buddhist woman imprisoned after complaining mosque is too loud‘.

Tak hanya itu, koran berbahasa Inggris tertua di Malaysia, New Straits Times juga mengabarkan kasus ini lewat artikelnya ‘Indonesian Buddhist jailed for blasphemy after complaining mosque ‘too loud’‘.

The Straits Times, media Singapura, juga memberitakannya dengan judul ‘Woman jailed in Indonesia for complaining about volume of mosque’s speakers‘.

Begitu pula media India, NDTV yang menurunkan artikel dengan judul ‘Indonesian Woman, Who Complained About Mosque Being Too Loud‘.

Baca juga: Cak Imin Ikut Serukan #BebaskanMeiliana

Loading...

Berita lainnya