Female

Mengenal Prosedur dan Tata Cara Bayi Tabung

Tak bisa dipungkiri setiap pasangan yang telah menikah pasti memiliki keinginan untuk mempunyai keturunan. Bahkan salah satu tujuan perkawinan adalah memiliki keturunan. Tetapi apa mau di kata, kalau tuhan belum berkehendak, yang bisa kita lakukan hanya berusaha dan berdoa. Memang masalah kehamilan selain dari kehendak tuhan, juga datang dari masalah kesehatan dan lainya. tetapi buat para pasangan suami istri yang belum memiliki momongan ada baiknya jangan berkecil hati. Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk memiliki momongan, salah satunya adalah mengikuti metode bayi tabung. Lantas bagaimana sebenarnya cara ini dilakukan?

Dalam bahasa kedokteran bayi tabung dikenal dengan nama in vitro fertilization atau disingkat IVF. Tetapi masyarakat lebih umum mengenal nama bayi tabung. Padahal bayi tetap tidak diletakkan pada tabung. Hanya saja memang pembuahan dilakukan di luar rahim, melainkan sel telur dan sperma dipertemukan di luar tubuh atau serupa dengan tabung. Karena itulah kemudian di kenal dengan nama bayi tabung.

Prosedur Bayi Tabung

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, program bayi tabung dilakukan dengan cara membuahi sel telur di luar rahim. Pembuahan dilakukan di dalam sebuah tabung. Prosedurnya dilakukan melalui serangkaian tindakan, di awali dengan serangkaian pemeriksaan, pemberian obat-obatan dan kemudian dilanjutkan dengan tindakan beda atau inseminasi buatan untuk mengatasi persoalan masalah kesuburan. Pada tahap bedah biasanya dilakukan untuk mengambil sel telur.

Loading...

Memang amat sangat menyita waktu dan tenaga maupun pikiran. Untuk lebih lengkapnya, berikut prosedur yang dilakukan dalam melakukan program bayi tabung.

  1. Tahap pertama dilakukan yang namanya penyuntikan hormon yang bertujuan untuk merangsang produksi beberapa sel telur sekaligus. Harapanya nanti sel telur bisa diambil dan dipindahkan di dalam tabung.
  2. Setelah beberapa hari akan dilakukan pengujian melalui tes darah. Tujuanya untuk menentukan apakah telah siap dilakukan pengambila sel telur atau belum. Sebelum prosedur ini dilakukan, pihak perempuan akan diberikan suntikan untuk mambantu proses telur yang berkembang matang memulai proses ovulasi.
  3. Selama prosedur yang dilakukan oleh dokter untuk pengambilan sel telur, dokter akan melakukan tindakan untuk mencari folikel dalam rahim melalui bantuan USG. Dari USG inilah bisa diketahui. Sel telur kemudian akan diambil oleh dokter mengunakan alat tertentu, biasanya dokter akan menggunakan jarum khusus yang memiliki rongga untuk mengambil sel telur. Perlu kamu ketahui, Prosedur ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai dengan satu jam. Selama prosedur, wanita biasanya akan diberikan obat yang berguna untuk pereda nyeri sebelum dilakukan prosedur pengambilan sel telur, obatnya berbeda. Ada yang diberikan obat penenang tingkat ringan dan ada yang sampai dibius total.
  4. Sel telur yang berhasil diambil oleh dokter akan dengan segera mungkin dipertemukan dengan sperma pasangan di dalam sebuah tabung, tentu saja sel spermanya harus diambil pada hari yang sama. kalau tidak tentu tidak bisa. baru setelah ini disimpan di dalam klinik untuk memastikan perkembangannya antara sel telur dan sperma maksimal.
  5. Setelah menunggu proses embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma berkembang dan dianggap cukup matang, tindakah selanjutnya adalah embrio tersebut bakal dimasukkan kembali ke dalam rahim. Untuk memasukkan embrio tersebut, Dokter bakal menggunakan tabung penyalur yang disebut kateter melalui vagina yang bisa sampai ke dalam rahim. Demi memperbesar kemungkinan hamil, biasanya dokter akan memasukkan tiga embrio sekaligus .

Selesai, bayi tabung umumnya selesai sampai disini. Dua minggu kemudian, pihak wanita akan diminta tes kehamilan.

 

Loading...

Tulis pendapat anda