Sport

Mereka yang Luput dari Perhatian di Balik Kesuksesan Asian Games 2018

Penutupan Asian Games 2018
Penutupan Asian Games 2018. (Foto: Brilio.net)

Jurnalindonesia.co.id – Kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-18, yang baru saja ditutup secara resmi oleh Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah, di Su-GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/9) malam, ditunjang berbagai hal. Ada salah satu penyokong kesuksesan yang mungkin terlepas dari pikiran kebanyakan orang, yaitu kiprah para relawan atau yang lazim disebut volunteer.

Kerja apik para relawan yang didominasi anak muda patut diacungi jempol. Untuk pelayanan area Jakarta dan Palembang, serta beberapa venue pendukung di wilayah Jabar dan Banten, INASGOC merekrut sejumlah 20.741 volunteer.

Proses rekrutmen tergolong ketat dan profesional, sejak pendaftaran via online, psikotes, tes bahasa Inggris dan bila ada kemampuan tambahan bahasa asing lainnya menjadi kredit poin tersendiri, dan diadakan pelatihan.

Setelah resmi mereka mengemban tugas cukup berat karena membawa nama baik bangsa dan negara. 70% ditugaskan sebagai Liaison Officer (LO), memberikan pelayanan tamu-tamu VIP dan menjadi garda terdepan penghubung antara INASGOC dengan seluruh peserta Asian Games. Adapun sisanya membantu Protocol Assistant, NOC Assistant, dan Work Force. Karena mereka yang bersentuhan langsung dengan peserta, maka lancar tidaknya saat even akbar Asia ini digelar terletak dipundaknya.

Relawan atau volunteer Asian Games 2018.

Relawan atau volunteer Asian Games 2018. (foto:bagus/kemenpora.go.id)

Yang mengagumkan adalah tanpa imbalan yang memadai, mereka bekerja dengan hati demi negeri tercinta. Mereka ingin menjadi bagian sejarah yang sulit terulang dalam waktu dekat, ingin Indonesia dikenang dunia sebagai tuan rumah yang baik, negara yang ramah, aman, tenteram, dan damai, bersahabat dengan siapapun tanpa memandang etnis dan negara asalnya.

“Saya tidak berpikir materi, motivasi saya ingin turut memperkenalkan dan membanggakan Indonesia kepada negara-negara lain di Asia. Indonesia negara besar yang bersahabat dan agar dikenang sebagai negara yang baik,” ujar Alfianti asal Bekasi, relawan jebolan Ilmu Komunikasi Unisma.

Menjadi relawan even besar sekelas Asian Games begitu membanggakan, bahkan sudah ada yang lolos juga untuk menjadi volunteer Asian Para Games yang akan dihelat Oktober mendatang. “Kami bangga menjadi bagian sejarah bangsa, bahkan banyak termasuk saya yang lanjut pada Asian Para Games nanti. Teramat senang juga rasanya bila masih ada kesempatan nanti menjadi bagian Indonesia tuan rumah Olimpiade sebagaimana yang ditargetkan Presiden Jokowi pada tahun 2032,” tambahnya, mewakili teman-teman volunteer lainnya.

Atas kerja keras, cerdas, dan ikhlasnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan apresiasi tersendiri untuk para relawan saat memberikan sambutan pada Closing Ceremony. “Terima kasih untuk anak-anakku para relawan, kalian bekerja sepenuh hati sehingga semua tamu serasa di rumah sendiri, tanpa kalian Asian Games tidak akan berjalan baik, lancar, dan sukses,” puji Wapres Jusuf Kalla yang juga sebagai Ketua Dewan Pengarah Asian Games 2018. (cah)

Artikel sudah diterbitkan di Kemenpora.go.id dengan judul ‘Volunteer Asian Games 2018 yang Tak Kenal Lelah Mengawal Nama Baik Indonesia

Loading...

Tulis pendapat anda