Jurnal Indonesia — Lionel Messi mengaku takjub dengan kebetulan tak terduga yang menghubungkannya dengan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, menjelang final Piala Dunia 2026. Sebuah foto lama yang menunjukkan Messi tengah memandikan Yamal saat masih bayi kembali menjadi sorotan publik.
Momen langka tersebut terjadi pada September 2007 dalam sebuah sesi foto amal di Barcelona. Saat itu, Yamal baru berusia lima bulan, sementara Messi yang berusia 20 tahun sedang menanjak kariernya sebagai bintang muda jebolan akademi La Masia. Kini, 19 tahun kemudian, Messi telah menjelma menjadi legenda sepak bola dunia, sementara Yamal menjadi andalan lini serang Barcelona dan tim nasional Spanyol.
Kedua pemain tersebut berpotensi saling berhadapan di lapangan hijau dalam laga final yang akan digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB. Dalam konferensi pers yang diadakan pada Sabtu (18/7), Messi dimintai tanggapan mengenai viralnya foto lawas tersebut.
Legenda NFL, Tom Brady, yang turut hadir dalam sesi tersebut, menyebut foto itu seperti “ramalan yang akurat”. Messi sendiri mengungkapkan rasa herannya melihat sebuah sesi foto yang tampak biasa kini menjadi begitu legendaris.
“Foto itu luar biasa. Fakta bahwa kami berdua main di Piala Dunia sungguh gila,” ujar Messi, seperti dikutip dari BBC.
Yamal telah menorehkan debutnya di Barcelona sejak usia 15 tahun dan kariernya terus menanjak pesat. Bahkan, nomor punggung 10 yang pernah dikenakan Messi kini telah dipakai olehnya.
Messi menambahkan, “Dia salah satu pemain terbaik di dunia sekarang. Saya mendoakan yang terbaik untuknya karena kesuksesannya juga berarti kesuksesan Barcelona.”
Meskipun demikian, Messi menegaskan ambisi Argentina. “Kami akan berusaha mencegahnya bermain dengan performa terbaiknya. Spanyol memiliki tim yang hebat, bukan hanya dia.”
Ia melanjutkan, “Dia pemain yang luar biasa – bintang dunia. Dia berusia 19 tahun dan memiliki seluruh karier di depannya. Saya mendoakan yang terbaik untuknya, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan dia tidak menjadi juara kali ini.”
Argentina berambisi meraih gelar Piala Dunia keempat mereka, atau yang kedua secara beruntun setelah kemenangan pada tahun 2022. Di sisi lain, Spanyol memburu gelar kedua mereka, sekaligus yang pertama sejak tahun 2010.
Jika Argentina berhasil menjuarai Piala Dunia kali ini, Messi akan mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang memenangi dua trofi Piala Dunia sebagai kapten tim. Sementara itu, jika Yamal yang membawa Spanyol juara, ia akan menjadi pemain termuda yang pernah mengawinkan gelar Piala Eropa dan Piala Dunia.
Ikuti Jurnal Indonesia
