— JAKARTA – Pelatih Manchester United, Michael Carrick, menunjukkan ketenangan di tengah isu pemecatan yang mengiringi start buruk timnya di Liga Inggris musim 2026/27. Manchester United saat ini tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan hanya mengoleksi lima poin dari lima pertandingan.

Performa tersebut menandai salah satu awal terburuk Manchester United di era Premier League, menyamai catatan poin yang diraih pada musim 2014/15. Selain hasil minor di liga, tersingkirnya Setan Merah lebih awal dari Carabao Cup semakin menambah tekanan kepada Carrick.

Menanggapi spekulasi mengenai posisinya sebagai salah satu manajer yang paling berisiko dipecat, Carrick menegaskan bahwa hal tersebut tidak relevan baginya. Ia menyatakan fokus utamanya adalah meraih hasil terbaik di lapangan.

“Hal itu tidak relevan bagi saya,” tegas Carrick, seperti dilansir dari Mirror. “Saya mengenal klub ini, saya paham peran ini. Saya mengerti posisi yang harus kami capai sebagai klub sepak bola demi para pemilik, serta apa yang mereka harapkan. Begitu pula bagi para pendukung yang tak kalah pentingnya dan apa yang mereka harapkan. Saya memahami semua itu.”

Carrick, yang pernah menjadi bagian dari Manchester United sebagai pemain, menyadari besarnya tekanan yang melekat pada jabatan pelatih di klub sebesar Manchester United. Ia menegaskan bahwa masa depan kepelatihan dan lamanya menjabat tidak menjadi fokusnya saat ini.

“Soal masa depan, kepemilikan, ataupun berapa lama saya akan memegang jabatan ini, itu sama sekali tidak ada dalam benak saya. Sedikit pun tidak,” ujarnya. “Misalnya, memikirkan berapa lama lagi waktu saya di sini. Sungguh konyol berpikir seperti itu dalam posisi saya saat ini,” tutupnya.