— Jakarta — Musim kemarau membawa tantangan baru selain bagi pertanian dan pasokan energi. Pusat data (data center) kini menghadapi tekanan lebih besar untuk menjaga layanan digital tetap berjalan tanpa gangguan.

Kenaikan suhu lingkungan selama musim kering berpotensi menambah beban sistem pendingin, yang menjadi komponen krusial dalam operasional data center. Gangguan sekecil apa pun dapat menghentikan layanan digital yang dipakai masyarakat dan usaha, mulai dari transaksi perbankan hingga layanan publik.

Pendinginan Jadi Kunci Uptime

Chief Operating Officer LG Sinar Mas, Ariawan, menekankan pentingnya sistem pendingin dalam menjaga performa perangkat IT. “Data center beroperasi selama 24 jam tanpa henti. Karena itu, perubahan temperatur, kelembapan, maupun beban listrik harus diantisipasi sejak tahap desain hingga operasional sehari-hari,” ujar Ariawan.

Ia mengatakan kapasitas pendingin tidak cukup jika berdiri sendiri. Fasilitas harus dilengkapi kapasitas cadangan (redundancy), pemantauan performa secara real time, serta program preventive maintenance yang dijalankan tanpa mengganggu pelanggan.

Integrasi Sistem Pendukung

Ariawan menilai operasional yang andal membutuhkan integrasi seluruh ekosistem pendukung, termasuk kelistrikan, pendinginan, sistem monitoring, dan sumber daya manusia. Perancangan yang matang sejak awal menjadi bagian dari upaya meminimalkan risiko gangguan.

“Sistem pendingin harus dipandang sebagai bagian dari strategi menjaga uptime dan kualitas layanan digital, bukan sekadar fasilitas pendukung,” kata Ariawan.

Peran Data Center Dalam Ekosistem Digital

Seiring meningkatnya ketergantungan bisnis pada layanan digital, fungsi data center berkembang dari sekadar lokasi penyimpanan server menjadi infrastruktur strategis. Gangguan pada fasilitas ini dapat berdampak pada transaksi pelanggan, layanan aplikasi, operasional internal, hingga kepercayaan terhadap perusahaan, menurut Ariawan.

Karena itu, pelanggan korporat kini menilai penyedia infrastruktur berdasarkan keandalan, keamanan, skalabilitas, konektivitas, efisiensi energi, dan kemampuan mendukung teknologi seperti cloud, kecerdasan buatan, serta pemulihan bencana.

Standar Kepatuhan dan Kesiapan Operasional

Di sektor yang diatur ketat, seperti perbankan dan telekomunikasi, keandalan data center juga menjadi bagian dari kepatuhan yang dapat diaudit. Ariawan menyebut pentingnya rancangan sistem dengan redundansi memadai, monitoring berkelanjutan, dan penerapan standar manajemen kontinuitas usaha.

“Bagi kami, mengelola data center bukan hanya menjaga fasilitas tetap beroperasi. Yang lebih penting adalah memastikan bisnis pelanggan tetap berjalan dalam berbagai kondisi,” tutup Ariawan.