— OSLO – Federasi Sepakbola Norwegia (NFF) mendesak FIFA untuk mengakui adanya kesalahan terkait pembatalan kartu merah yang sempat diberikan kepada Folarin Balogun. Keputusan kontroversial ini terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Menurut laporan Dagbladet, NFF menyatakan kekecewaan mendalam terhadap induk sepakbola dunia tersebut. Kartu merah yang awalnya dijatuhkan kepada striker Amerika Serikat itu sempat dibatalkan oleh FIFA, sebuah keputusan yang menimbulkan perdebatan.

Pembatalan kartu merah Balogun disebut-sebut dipengaruhi oleh intervensi dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat kala itu dilaporkan menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino terkait sanksi yang diterima Balogun. Tak lama setelah itu, Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali, menggugurkan sanksi tersebut. Namun, proses ini dikabarkan tidak melibatkan komunikasi dengan 17 anggota komite lainnya.

Presiden NFF, Lise Klaveness, mengecam keras keputusan FIFA tersebut. Ia berpendapat bahwa tindakan FIFA membahayakan integritas sepakbola secara keseluruhan. Klaveness berharap sikap protes yang ditunjukkan oleh NFF dapat diikuti oleh pihak lain.

“Ketika Anda melanggar aturan seperti ini, Anda berada di jalur berbahaya yang akan membahayakan seluruh permainan. Ini menjadi kekhawatiran bagi permainan ketika Anda mengorbankan aturan dasar permainan,” ujar Klaveness.

Lebih lanjut, Klaveness menekankan pentingnya kejujuran dalam menangani masalah ini. “Pertama-tama, hal ini seharusnya tidak terjadi. Sekarang sangat penting untuk melakukan komunikasi yang jujur mengenai hal ini. Kita semua tahu bahwa putusan ini dipengaruhi oleh kekuatan eksternal dan tidak melalui proses yang semestinya. Kita membutuhkan pemimpin kita di FIFA untuk mengakui bahwa ini adalah sebuah kesalahan,” tambahnya.

Di ajang Piala Dunia 2026, tim Amerika Serikat harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah telak dari Belgia dengan skor 4-1. Sementara itu, timnas Norwegia berhasil melaju hingga perempatfinal. Gelar juara Piala Dunia 2026 akhirnya diraih oleh Spanyol yang mengalahkan Argentina 1-0 di partai final.