— Promosi judi online yang muncul dalam bentuk komentar spam di platform media sosial masih marak dan memerlukan perhatian serius. Fenomena ini ditemukan di kolom komentar, siaran langsung, pesan langsung, hingga akun palsu pada platform besar.

Heru Sutadi, pakar telekomunikasi dan digital, mengatakan pola penyebaran promosi tersebut kini bersifat terorganisir dan mengeksploitasi kelemahan sistem moderasi platform.

Modus Penyebaran yang Berubah

Heru menjelaskan pelaku tidak lagi mengandalkan semata situs web untuk menjaring korban, melainkan memanfaatkan berbagai fitur media sosial untuk menyebarkan tautan dan pesan promosi.

“Pelaku judi online saat ini memang tidak lagi hanya mengandalkan situs web, tetapi juga memanfaatkan media sosial melalui kolom komentar, siaran langsung, pesan langsung, hingga akun-akun palsu untuk menjaring korban,”

Menurutnya, akun-akun bot dan pola aktivitas otomatis dimanfaatkan untuk membanjiri akun dengan jumlah pengikut besar, termasuk akun instansi pemerintah, influencer, media, serta tokoh publik.

Tanggung Jawab Platform

Heru menegaskan platform digital memiliki tanggung jawab utama dalam pembersihan komentar spam. Ketika promosi judi muncul di kolom komentar platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, atau YouTube, tanggung jawab pertama ada pada penyelenggara platform.

“Kalau yang beredar adalah situs judi online, Komdigi memiliki kewenangan untuk melakukan pemutusan akses atau take down. Tetapi ketika promosi judi online muncul di kolom komentar … maka tanggung jawab pertama justru berada pada penyelenggara platform tersebut,”

Ia menilai upaya pemblokiran juta-an situs oleh pemerintah merupakan langkah tepat, namun strategi harus menyesuaikan perubahan modus yang kini bergeser ke media sosial.

Heru mendesak platform lebih proaktif memanfaatkan teknologi moderasi yang dimiliki untuk mendeteksi tautan mencurigakan, kata kunci tertentu, pola akun bot, serta aktivitas otomatis yang berulang.

“Platform tidak cukup hanya menunggu laporan dari pengguna. Mereka harus proaktif menghapus komentar yang mengandung promosi judi online sebelum menjangkau lebih banyak orang. Semakin lama komentar tersebut dibiarkan, semakin besar peluang masyarakat menjadi korban,”

Perlu Ekspansi Kerja Sama

Heru menyambut pembentukan tim bersama antara pemerintah dan salah satu platform untuk memperkuat pemberantasan spam judi online, dengan fokus pada penguatan sistem moderasi dan percepatan deteksi akun bot.

Meski langkah itu diapresiasi, ia menilai kerja sama serupa perlu diperluas ke platform lain agar penanganan spam judi online lebih efektif.

Menurut Heru, kolaborasi antara pemerintah dan platform juga bisa diperluas untuk menangani kejahatan siber lain seperti penipuan daring, investasi ilegal, dan penyebaran hoaks.

Dia menegaskan pemberantasan judi online hanya akan efektif jika masing-masing pihak menjalankan perannya: pemerintah menegakkan regulasi dan memutus akses situs ilegal, sementara platform memastikan ekosistem digitalnya bersih dari konten yang melanggar hukum.

“Namun jika platform masih membiarkan kolom komentarnya dipenuhi promosi judi online, maka pelaku akan terus menemukan celah baru meskipun ribuan bahkan jutaan situs telah diblokir,”