— Istanbul – Pelatih Fenerbahce, Ismail Kartal, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya menyusul hasil imbang 1-1 melawan AS Roma dalam pertandingan Liga Champions. Keputusan ini diambil setelah Kartal mengaku merasa tertekan dan menjadi korban pelemparan botol dari tribun penonton.

Fenerbahce, yang kembali berlaga di Liga Champions setelah 18 tahun, menjamu AS Roma di Stadion Sukru Saracoglu pada Kamis (10/9/2026). Pertandingan tersebut berakhir dengan skor sama kuat. Sempat tertinggal oleh gol Bryan Cristante, Fenerbahce berhasil menyamakan kedudukan melalui Archie Brown.

Usai pertandingan, Kartal menyatakan keputusannya untuk mundur dan tidak akan melatih lagi. “Mulai malam ini, saya mengucapkan selamat kepada para pemain saya dan mengundurkan diri dari jabatan saya,” ungkap Ismail Kartal, seperti dilansir BBC. Ia menambahkan, “Saya mengambil keputusan ini untuk membuka jalan bagi klub saya. Kami mengambil keputusan ini bersama-sama sebagai sebuah tim.”

Kartal menegaskan niatnya untuk tidak kembali melatih. “Mulai saat ini, demi membantu Fenerbahce, para pemain saya, dan pelatih-pelatih di masa depan, saya telah mengundurkan diri dari jabatan saya, dengan niat untuk tidak pernah kembali,” katanya.

Keputusan mendadak ini mengejutkan para pemain. Archie Brown, yang baru mengetahui kabar tersebut saat diwawancara, menunjukkan ekspresi keheranan. “Apa maksudnya resign? Sebagai apa? Sebagai pelatih? Dia tak melatih lagi?” tanyanya.

Drama berlanjut ketika Presiden Fenerbahce, Aziz Yildrim, berusaha mencegah Kartal mundur. Yildrim menolak keputusan tersebut dan menegaskan bahwa Kartal harus tetap menjabat. “Ismail Kartal bertanggung jawab atas tugasnya. Biarkan masyarakat menjaga pelatih kita. Ismail Kartal adalah manajer Fenerbahçe sampai saya pergi,” ujar Yildrim.

Yildrim juga mengungkapkan alasan di balik keinginan Kartal untuk mundur, yaitu tekanan dan perlakuan buruk dari sebagian suporter. “Malam ini ada yang melempar botol ke kepala Pak İsmail. Kita melihatnya, dia juga melihatnya. Karena itu dia sedih. Itulah alasannya!” kata Yildrim.

Ismail Kartal baru saja menjabat sebagai pelatih Fenerbahce sejak Juni lalu. Laga melawan Roma ini merupakan kali keempatnya ia menukangi tim berjuluk Si Kenari Kuning tersebut.