— Seorang pengguna Reddit bernama OrdoLiberal berhasil memaksa Microsoft mengembalikan akun yang diretas setelah menggugat perusahaan tersebut ke pengadilan di Brasil.

Gugatan ini berujung pada putusan pengadilan Rio de Janeiro yang memerintahkan Microsoft memulihkan akun dan seluruh pembelian Ordo dalam 15 hari, serta membayar denda kerugian moral sekitar USD 400 (sekitar Rp 6,4 juta).

Peretasan Terjadi Meski Ada 2FA

Kisah Ordo bermula pada April saat akunnya dibajak. Ia menyatakan bahwa akun Microsoft miliknya diretas meski ia sudah mengaktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA).

Ketika meminta bantuan, layanan pelanggan Microsoft menurut Ordo mengakui akun itu dicuri, namun mengklaim tidak dapat memulihkannya karena peretas telah mengubah detail keamanan. Opsi yang ditawarkan hanyalah menutup akun secara permanen, sehingga Ordo harus merelakan dan membeli kembali semua game miliknya, termasuk Minecraft.

Respons Layanan Lain Lebih Cepat

Saat insiden merembet ke layanan lain, Ubisoft menangani kasus akun Ubisoft Ordo—yang terhubung ke akun Microsoft—dengan cepat. Ubisoft hanya meminta verifikasi identitas (KTP/ID) dan memulihkan akunnya dalam waktu kurang dari satu jam.

Gugatan dan Putusan Pengadilan

Merasa dirugikan, Ordo menghubungi pengacara dan mengajukan gugatan. Ternyata balasan awal dari Microsoft adalah pesan otomatis, menurut pengaduan yang diajukan.

Microsoft menanggapi gugatan dengan mengerahkan 12 pengacara dan mengajukan dokumen pembelaan setebal 300 halaman. Meski demikian, perusahaan dinyatakan kalah oleh pengadilan dengan putusan bernomor 0811207-44.2026.8.19.0002 di Rio de Janeiro (TJRJ).

Berdasarkan putusan itu, Microsoft diberi waktu 15 hari untuk memulihkan akun serta seluruh pembelian Ordo. Jika gagal, perusahaan menghadapi denda ratusan dolar yang terus bertambah.

Selain kewajiban pemulihan dan denda yang meningkat, Microsoft juga diwajibkan membayar denda kerugian moral kepada Ordo sebesar kurang lebih USD 400 (sekitar Rp 6,4 juta).

Biaya Penggugat dan Detail Ringan

Ordo menyatakan bahwa ia tidak mengeluarkan biaya pengajuan gugatan berkat hukum perlindungan konsumen Brasil yang menyediakan fasilitas pembelaan hukum gratis.

Ia menambahkan bahwa satu-satunya pengeluaran adalah USD 10 untuk membeli celana panjang karena ia tidak diizinkan masuk gedung pengadilan dengan mengenakan celana pendek.

Isu Kepemilikan Digital

Kemenangan Ordo mengangkat kembali masalah kepemilikan digital yang rentan saat industri game bergerak menjauh dari media fisik.

Dalam perkembangan terkait industri, disebutkan bahwa Sony telah mengonfirmasi mulai Januari 2028 semua game PlayStation baru hanya akan dijual dalam format digital.

Microsoft juga dikabarkan menuju arah serupa. Konsol Xbox generasi berikutnya, yang beredar dengan sebutan Project Helix, disebut-sebut akan diluncurkan tanpa disc drive. Namun, Microsoft dikabarkan sedang menguji fitur disc-to-digital untuk mengonversi kaset fisik lama menjadi lisensi digital.

Simak Video “ASUS ROG XBOX Ally X: Handheld Gaming PC Terbaik Buat Gamer Berkelas, Bebas Main Tanpa Batas”