Jurnal Indonesia — Linz – Pemain tim nasional Israel, Sayed Abu Farchi, mendapat kartu merah dalam pertandingan UEFA Nations League melawan Austria. Keputusan wasit ini diambil setelah Farchi melakukan selebrasi gol yang dianggap kontroversial dan berujung pada kartu kuning kedua.
Insiden terjadi pada pertandingan matchday pertama Grup G UEFA Nations League yang berlangsung di Raiffeisen Arena, Jumat (25/9/2026) dini hari WIB. Austria sempat unggul terlebih dahulu melalui gol penalti Romano Schmid menjelang akhir babak pertama. Namun, Israel berhasil menyamakan kedudukan sepuluh menit setelah jeda babak kedua.
Sayed Abu Farchi mencetak gol balasan untuk Israel melalui sundulan. Usai mencetak gol, pemain berusia 20 tahun itu berlari ke tiang bendera di sudut lapangan. Ia kemudian mencabut bendera tersebut dan menggunakannya untuk melakukan selebrasi yang menyerupai gerakan bermain biliar atau menembak senapan.
Wasit yang melihat aksi tersebut langsung memberikan kartu kuning kedua kepada Abu Farchi. Akibatnya, pemain tersebut harus keluar dari lapangan karena menerima kartu merah. Israel terpaksa melanjutkan sisa pertandingan dengan sepuluh pemain.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Austria. Dua gol tambahan dicetak oleh Phillipp Mwene dan Sasa Kalajdzic, memastikan kemenangan tim tuan rumah dengan skor akhir 3-1 atas Israel.
Meskipun tidak ada aturan spesifik yang melarang penggunaan bendera korner dalam selebrasi gol, Law 12 dalam peraturan sepak bola internasional yang dikeluarkan oleh IFAB memberikan kewenangan kepada wasit. Wasit dapat memberikan kartu kuning kepada pemain jika selebrasi dianggap berlebihan, provokatif, mengejek, atau menghasut.
Sayed Abu Farchi sendiri merupakan pemain keturunan Arab yang baru memperkuat tim senior Israel tahun ini. Sebelumnya, ia pernah bermain untuk Maccabi Tel Aviv sebelum akhirnya bergabung dengan klub MLS, Colorado Rapids, pada musim panas 2026.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.