— JAKARTA – Peran sentral Lionel Messi di Tim Nasional Argentina tak terbantahkan. Namun, seiring berjalannya waktu, pertanyaan besar muncul mengenai siapa yang akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan dan keajaiban di lini serang La Albiceleste, terutama ketika Messi tak lagi membela negaranya.

Perjalanan Messi di Piala Dunia tampaknya telah mencapai babak akhir. Setelah gagal membawa Argentina meraih gelar pada Piala Dunia 2026, kalah tipis 0-1 dari Spanyol di partai final, pemain yang saat itu berusia 39 tahun itu diperkirakan telah menutup buku sejarahnya di ajang empat tahunan tersebut. Mengingat usianya yang akan menginjak 43 tahun pada Piala Dunia 2030, dan statusnya sebagai juara dunia 2022, ‘obor’ kepemimpinan diprediksi akan segera berpindah tangan.

Sejumlah nama muda kini mulai digadang-gadang sebagai calon penerus Messi. Di antara yang paling menonjol adalah Nico Paz dan Franco Mastantuono. Keduanya berposisi sebagai gelandang serang dan masih memiliki usia yang sangat muda, yang menjadi modal penting untuk pengembangan di masa depan.

Nico Paz, yang kini berusia 21 tahun, dilaporkan sedang menjalani karier yang menjanjikan di Como. Sementara itu, Franco Mastantuono, yang baru berusia 18 tahun, masa depannya di Real Madrid masih belum pasti. Kabarnya, ia akan dilepas karena tidak masuk dalam rencana pelatih Jose Mourinho.

Sejak debutnya pada tahun 2005, Lionel Messi telah mencatatkan penampilan dan gol terbanyak bagi Argentina. Warisannya tak hanya berupa rekor individu, tetapi juga empat trofi bergengsi: Piala Dunia, dua gelar Copa America, dan trofi Finalissima. Kepergian Messi kelak tentu akan meninggalkan lubang besar yang sulit ditutupi bagi Tim Tango.

Pertanyaan krusial pun tersisa: Akankah Argentina mampu dengan cepat menemukan sosok penerus yang tepat untuk Messi dan mempertahankan konsistensinya di level sepak bola tertinggi dunia?